Pesona Wisata Mandeh Pesisir Selatan Sumatera Barat

Pesisir Selatan, PenaOne - Mendengar wisata bahari yang paling populer di Indonesia maka Raja Ampat Papua adalah yang paling akrab di telinga kita, Raja Ampat Papua Barat yang menjadi daya tarik pengunjung bukan saja memiliki alam yang indah.

Tiga Konsep Terbaru untuk Tampilan Sporty yang Cantik

Memasuki musim dingin 2016, merek olahraga global PUMA kembali menghadirkan sederet koleksi sepatu olahraga perempuan yang terinspirasi dari desain klasik para generasi terdahulunya.

Guratan Seniman Pelukis Karikatur Para Pejabat

Jakarta - Jika anda pernah ke daerah pasar baru, jakarta Pusat anda pasti menemukan jasa pelukis gambar karikatur, tempat ini berada diseberang Gedung Kesenian Jakarta (GKJ)

Thursday, 8 December 2016

Dirut PT Industri Usaha Tama Resmi Dilaporkan ke Polda Jateng


Jakarta, PenaOne - Direktur Utama (Dirut) PT Industri Usaha Tama Siedibejo alias Kho Ing Pujio alias Atjiok yang berkantor di Puri Anjasmoro Raya Blok F1 No 8 Semarang Barat resmi dilaporkan ke Polda Jawa Tengah (Jateng) oleh pemilik tanah seluas 5.390 meter di yang terletak di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijien, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) atas dugaan pemalsuan.

"Yang bersangkutan sudah kami laporkan di Polda Jateng dengan bukti laporan Nomor STTLP/32 / XII/ 2016/JATENG/ RES TBS SMG tertanggal 7 Desember 2016. Dia saya laporkan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat tanah seluas 5.390 meter persegi," kata pemilik tanah Andar Situmorang saat di kontak Redaksi Kamis (8/12/2016).

Selain Atjiok Andar juga melaporkan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang serta oknum pegawai BPN Kota Semarang karena diduga kuat ikut membantu proses pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Atjiok.

Mereka, dilaporkan atas dugaan pemalsuan tandatangan dan pemalsuan surat sertifikat Nomor HM 1490 tahun 1989 seluas 5.390 meter persegi milik Andar.

Kejadian bermula saat Andar yang memiliki tanah seluas 5.390 meter dengan bukti sertifikat HM 1490.

Namun, pada tahun 2015 lalu tanah tersebut telah beralih kepemilikannya. Selidik punya selidik tanah tersebut sudah dialihkan kepemelikannya oleh BPN Kota Semarang.

Lantas Andar melaporkan penggelapan tanah itu ke Polda Jateng dengan bukti laporan LP/B/228/V/2015/Jateng/Reskrimum tanggal 27 Mei 2015.

Tak perlu waktu lama. Polda Jateng pun langsung bergerak dengan menindak lanjuti laporan Andar  dengan surat dari Polda Jateng bernomor B/460/XI/2016/Ditreskrimum tanggal 21 November 2016.

Dari pemeriksaan penyidik Polda Jateng didapati jika BPN Kota Semarang telah menerima sepucuk surat  berupa pelepasan hak tanggal 7 April 1990 yang ditandangi Edison Situmorang selaku kuasa hukum Andar M Situmorang.
Tanah seluas 5.390 meter
BPN Kota Semarang menerima surat kuasa dari Edison Situmorang sebagai kuasa hukum Andar M Situmorang untuk melepaskan haknya.

Atas dasar surat tertangal 1989 yang dijadikan syarat/lampiran pada saat terjadinya peralihan hak sertifikat HM Nomor 1490 seluas 5.390 meter menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara.

Namun, Andar tidak mengenal dan tidak pernah memberikan surat kuasa kepada orang yang bernama Edison Situmorang.

"Saya sama sekali tidak mengenal orang ini. Bagaimana saya memberikan surat kuasa orangnya saja saya tidak kenal," kata Andar saat itu.

Penulis: Dwitanto

Tuesday, 6 December 2016

Kasat Reskrim : Kasus Danpenbun PTPN I Aceh Tidak Kebal Hukum


LANGSA (NAD), PenaOne - Pengembalian uang pensiun karyawan (Danpenbun) bukan berarti Kasus PTPN I Langsa selesai, para pelaku tidak kebal hukum.

"Kapolres Langsa AKBP Iskandar didampingi Kasat Reskrim AKP. M. Taufiq pada Media ini, Senin (05/12) mengatakan kasus PTPN I yang sekarang sedang diperiksa penyidik Tipidkor Polres langsa sudah ada titik terang namun polisi belum menetapkan tersangka nya.

"Sayid Abdurrahman juga salah satu direktur, yang sebelumnya tidak memenuhi panggilan penyidik, sekarang sudah kita periksa.

"Masih ada yang kita panggil dalam kasus ini bukan hanya Sayid Abdurrahman saja, tapi ada Direksi lain yang akan kita panggil, tidak tertutup kemungkinan Dirut  juga akan kita panggil dari, 'ujar M. Taufiq.

"Uang itu dikembalikan setelah ada pemeriksaan, seharusnya uang Rp 500 juta lebih itu kita sita dulu, kenapa harus di kembalikan ke karyawan. Makanya dalam waktu dekat ini semua yang terlibat kita panggil, 'sebut M. Taufiq.

"Sudah 8 orang yang kita periksa dan sudah ada yang mengakui perbuatan nya, kasus ini akan kita gulirkan sampai ke pengadilan tidak ada yang kebal hukum di negeri ini siapapun yang terlibat dalam kasus kurupsi ini, akan kita limpahkan kepangadilan.

Delapan orang yang sudah di periksa, diantaranya Ir. Sayid Abdurrahman, Yantri Bakti Putra SE, Ady Yuspan SE MM, Jaya Kusuma SE MM, Suktro Nanto, Ir. Marzuki M. Daud, Achsan Syah, Ramadhan Ismail SH, dan masih banyak lagi yang akan kita panggil kata kasat Reskrim langsa.

Dirkom dan Dirut PTPN I Langsa juga kita panggil dalam waktu dekat ini, kita melihat perkembangan nya nanti. Wartawan dan LSM yang ada di Langsa,  'kita minta untukbmengawal secara ketat kasus ini, jangan gara gara kepentingan, mereka mengambil keuntungan perusahaan dari BUMN tersebut, 'pungkas M. Taufiq.

Penulis: M. Abubakar

Foto: Kasat Reskrim Polres Langsa AKP. M. Taufiq.


SSB Endang Witarsa Sabet Juara I Street Soccer

Ketua Asosiasi Street Soccer DKI Jakarta Seriedaba Tambunan (baju putih) bersama peserta turnamen


Jakarta, PenaOne - Kemampuan anak asuh Jan Somar yang tergabung dalam Sekolah Sepak Bola (SSB) Endang Witarsa alias Endang Witarsa Soccer School kian hari kian membanggakan.

Belum lama ini, SSB Endang Witarsa berhasil menyabet juara I dalam ajang turnamen Street Soccer bertema "Membangun Persatuan dalam Olahraga" yang di gelar di Jakarta, Sabtu 26 November lalu.

Dalam gelaran tersebut di hadiri oleh Ketua asosiasi Street Soccer DKI Jakarta Sereida Tambunan dan Sekjen asosiasi Street Soccer DKI Jakarta Ibnu Zakaria.

Ajang turnamen Screet Soccer itu diikuti 16 team antar pemuda dan karang taruna. Sebagai juara pertama diraih SSB Endang Witarsa dengan mendapatkan uang pembinaan senilai Rp 1,5 juta, juara II Banteng FC memperoleh uang pembinan Rp 1juta dan juara ke 3 Union Makes Strength (UMS) mendapatkan uang pembinaan Rp750.0000.

Atas kemenangan anak asuhnya  tersebut Jan Somar tidak lantas membusungkan dada.

"Kita bangga atas prestasi yang ditorehkan anak-anak. Namun, kemenangan itu tidak akan membusungkan dada saya. Karena, anak-anak harus tetap berlatih dengan giat agar menang di turnamen berikutnya," kata pria kelahiran Merauke ini, Selasa (6/12/2016).


Penulis: Dwitanto

Monday, 5 December 2016

Kasus Penyelewengan Danpenbun; Polisi Panggil Dirkom PTPN I Aceh


Langsa, PenaOne - Kasus penyimpangan dana Danpenbun PTPN I Aceh terus bergulir di penyidik Tipidkor Polres Langsa.

Berdasarkan penelusuran media ini, Dirkom PTPN I Aceh Alfinaldi di sebut sebut orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus penyelewengan dana pensiunan karyawan di perusahaan BUMN itu.

"Ada 8 nama sudah di periksa oleh tim penyidik Tipidkor Polres Langsa, masing masing Ramadan Ismail SH, Ir. Sayid Abdurrahman, Achsant Syah SE, Ir. Marzuki M. Daud, Sungkro Nanto SH, Jaya Kusuma SH, Ir. Adi Yuspan, Yanti Bakti Putra SE, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Dirkom PTPN I Aceh diduga telah dengan sadar melawan hukum dengan mengeluarkan uang dari Kas Perusahaan BUMN, patut diduga menyalahi ketentuan Undang Undang untuk mengembalikan Dana Danpenbun yang telah masuk ke Kas perusahaan.

"Kapolres Langsa AKBP. Iskandar di dampingi Kasat Reskrim AKP. M. Taufiq Senin (05/12) di ruang kerjanya padariaukontras.com menyebutkan, sudah 8 orang yang di periksa, masih rame lagi yang akan menyusul, kita minta pada LSM dan wartawan untuk mengawal proses hukum, para oknum oknum yang terlibat penyelewengan baik uang maupun jabatan.

"Kita akan panggil semua yang terlibat dalam kasus ini, pengembalian uang yang Rp 500 Juta lebih, bukan berarti menghapuskan Pidana pada tersangka, lagi pula uang itu di kembalikan ke pihak lain setelah adanya proses hukum berjalan, hal itu jelas salah, seharusnya uang itu jadi barang bukti, Polisi menduga masih ada uang uang lain yang belum di kembalikan, 'ujarnya.



Penulis : Muhammad Abubakar

5 Oknum Polisi Diduga Manipulasi Tanah 1,7 Hektare



Jakarta, PenaOne - Lima oknum anggota Polri berpangkat Perwira dan Brigadir berinisial PG, NL, F, B dan ZE diduga memanipulasi dan memalsukan obyek tanah seluas 1,7 hektare di Bekasi, Jawa Barat.

Tanah milik Koperasi sebuah angkatan ini diduga dimanipulasi oleh kelima oknum tersebut. Hal itu terungkap dari bukti-bukti dalam gelar perkara luar biasa awal bulan ini.

Sumber kuat dari pengawasan internal Polri mengungkap,  rekayasa perkara terkait obyek tanah dulu pernah di tangani oknum pamen Polri berinisial KM bersama anak buahnya.

"Kasus itu tetap dipaksakan berlanjut sekalipun telah ditemukan fakta oleh fungsi pengawasan dan penindakan Polri berupa barang bukti dan BAP yang dipalsukan," katanya Senin (5/12/2916)

Bahkan, lanjut sumber yang minta identitasnya itu disembunyikan menyebut, berdasarkan bukti-bukti ternyata surat kuasa untuk membuat laporan (LP) dari keluarga mantan penguasa pun juga dipalsukan.

"Hingga LP yang seolah-olah mengatasnamakan koperasi angkatan itu ternyata fiktif berdasarkan hasil keputusan gugatan pengadilan perdata," ungkap sumber itu.

Dugaan rekayasa manipulasi tanah tersebut disinyalir untuk memuluskan kepentingan oknum Perwira menengah anggota TNI berinisial PI, Kepala Kantor BPN Bekasi berinisial AS dan staff nya berinisial PW, IK dan AM.

"Tidak menutup kemungkinan BPN Pusat diduga ikut bermain dalam manipulasi tanah, pengerahan sejumlah oknum polisi Polresta Bekasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Serse berinisial HR," kata dia.

Saat ini kata dia, tindakan oknum polisi dan oknum BPN Bekasi itu sudah dilaporkan secara pidana maupun pengawasan internal Polri.

"Upaya-upaya manipulasi oknum anggota polri harda Polda Metro Jaya secara sistematis dengan melibatkan instansi lain menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Apalagi Polri kini tengah menjadi sorotan dan harapan tegaknya hukum di Republik ini dan pelayanan bagi masyarakat," demikian ia menjelaskan.

Penulis: Dwitanto