Tiga Orang Meninggal Akibat Kebakaran Gedung Kemenhub

Jakarta, PenaOne - Tiga korban ditemukan meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di gedung Kementerian Perhubungan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu, sekitar pukul 04.00 WIB

Madura United Bakal Barter Pemain dengan Persija?

Jakarta, PenaOne - Manajer Madura United, Haruna Soemitro buka suara soal kabar pertukaran pemain dengan Persija Jakarta. Haruna tak membantah. Namun demikian nama pemain yang akan dibarter masih dirahasiakan.

Kata Pak Cik, Rembuk Nasional Dihadiri 60 Ribu Orang "Ditumbalkan"

Jakarta, PenaOne - Ketua panitia penyelenggara Rembuk Nasional aktivis 98 Sayed Junaidi Rizaldi saat memberikan sambutan didepan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan 60 ribu orang hadir dalam acara Rembuk Nasional.

Pembangunan Perlu Proses dan Perjuangan



Jakarta, PenaOne - Pembangunan tak selamanya menyenangkan dan menuai hasil dengan segera. Semua butuh proses dan perjuangan yang terkadang terasa pahit. Demikian halnya dengan program pembangunan yang menjadi fokus perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam empat tahun ini.

Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri peluncuran buku "Jokowi Menuju Cahaya" yang ditulis oleh Alberthiene Endah di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Desember 2018.

"Kita harus sadar bahwa proses kadang pahit, proses kadang sakit. Suatu saat kita memetik buahnya. Jangan sampai kita mendidik masyarakat ini dengan yang instan, hal-hal yang menyenangkan, dan memanjakan," ujarnya.

Dalam acara yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, Presiden mengatakan bahwa mudah saja bagi dirinya untuk membangun masyarakat secara instan dengan mengeluarkan kebijakan dan program-program yang memiliki efek dalam jangka pendek dan terasa menyenangkan.

Namun, ia yakin bahwa Indonesia bisa berdiri dengan kokoh bila dibangun dengan cara-cara yang baik dan diselingi kerja keras.

"Mudah sebetulnya kalau mau inginnya yang seperti itu. Buat saja subsidi, bantuan sosial, dan BLT (bantuan langsung tunai) sebanyak-banyaknya kepada masyarakat. Senang semuanya. Tapi membangun sebuah rumah yang kokoh memang perlu fondasi-fondasi yang kuat," tuturnya.

Sebagai bagian dari pembangunan fondasi yang kokoh, pemerintah sudah bersiap untuk menyentuh tahap berikut dalam pembangunan nasional. Sumber daya manusia ialah aspek yang akan menjadi perhatian pemerintah bagi pembangunan bangsa mulai tahun mendatang.

"Dalam perjalanan panjang menuju sebuah negara yang besar kita memerlukan infrastruktur dalam bersaing. Yang kedua, manusianya juga menjadi syarat mutlak," kata Presiden.

Selain itu, reformasi struktural pemerintahan juga terus dilakukan bertahap. Presiden kembali menyinggung soal kecepatan yang menjadi kunci dalam persaingan antarnegara.

"Sering saya sampaikan yang namanya negara besar belum tentu mengalahkan negara kecil. Negara yang kuat belum tentu bisa mengalahkan negara yang lemah. Tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat, itu iya. Ke depan pasti seperti itu," ujarnya.

Dengan membangun sebuah fondasi yang kuat, Presiden yakin bahwa sekeras apapun gelombang yang nantinya menerjang, bangsa Indonesia akan tetap berdiri tegak dan menghadapinya dengan kekuatan penuh.

"Beda soal kalau kita memanjakan, terkena gelombang sedikit saja sudah langsung hilang terseret dengan gelombang tadi," tandasnya.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam rilisnya (kal/fis)

Surat Terbuka Buat Ibu-ibu Tidak Makan Infrastruktur



YANG terhormat Ibu -ibu pendemo pembawa selembar kertas yang bertulisan "KAMI TIDAK MAKAN INFRASTRUKTUR"

Benar ibu, memang kita tidak makan infrastruktur. Yang ibu makan sama yang dimakan semua manusia.

Foto ibu yang lagi tenar di sosmed, tapi perlu ibu ketahui bahwa dibalik ketenaran ibu menunjukan kebodohan. Maaf ibu..! Saya tetap memuliakan seorang ibu.

Ibu.....!
Tujuan negara kita membanggun infrastruktur, salah-satunya adalah untuk terciptanya kestabilkan harga. Terutama kestabilan harga pada kebutuhan barang harian.

Dengan terbangunnya infrastruktur akan terjadi kelancaran pendistribusian dan biaya pengiriman efisien (murah). Dengan infrastruktur terwujud keadilan.

Ibu masih ingat waktu dulu jaman SBY, antrian panjang truk berkilo-kilo meter di pelabuhan Bakauhuni hendak menyeberang ke pulau Jawa? Begitu juga antrian truk berkilo-kilo meter di Merak mau menyeberang ke pulau Sumatra? Barang-barang dibawa busuk merugikan pedagang-pedagang milyaran rupiah. Sopir pun kehabisan bekal dalam perjalanan.

Kenapa itu terjadi? Karena infrastruktur ibu..!
Infrastuktur kita carut-marut.

Sebelumnya, Papua harga BBM mahal ratusan ribu rupiah per liter. Tapi ibu, sejak Jokowi mempersiapkan infrastrukturnya, sekarang harganya sudah sama dengan daerah kota-kota besar di Pulau Jawa  yang memiliki infrastruktur lengkap.

Itulah pentingnya infrastruktur Ibu...!

Cina bisa menjadi negara berekonomi kuat di dunia karena infrastrukturnya tertata dengan baik dan terkonekting ke titik-titik strategis sehingga mudah diakses dengan cepat tanpa macet dan berbiaya murah.

Ibu pencaci-maki infrastruktur.....  !
Mungkin karena ibu dan teman-teman ibu selana ini penguna akses jalan yang sudah tersedia dengan baik maka ibu bersama teman-teman berani mengecilkan kehadiran infrastruktur itu. Sekarang Allah mau tunjukan kepada orang  kampung kita, Sumatera Barat tentang pentingnya infrastruktur itu kembali.

Musim penghujan terjadi akhir2 ini, tiba-tiba jalan utama Padang - Bukittinggi terputus akibat  banjir bandang pada tgl 10 Desember 2018 kemarin. Putusnya jembatan ini mengakibatkan jalan utama Padang - Bukittinggi tidak bisa dilewati kendaraan bermotor, baik itu roda 2 maupun roda 4 untuk akes menuju berbagai daerah strategis seperti  Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Pekanbaru dan berbagai daerah vital lainnya. Pengunaan jalan alternatif mesti mutar-mutar memakan waktu cukup lumayan lama  untuk sampai ke titik-titik ke lokasi tersebut.

Sebagai contoh, jika kita dari kota Padang mau ke Padang Panjang, rute  bisa  kita lewati jalan Malalak atau jalan Solok. Ini jaraknya lumayan jauh bu...  .! Biaya transportasi pasti melambung tinggi. Kan kasihan juga masyarakat kita bu....!

Jadi mengapa ibu membuat tulisan mencaci-maki kepada seorang pemimpin negara kita yang sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur yang selama ini hanya sekedar wacana? Kenapa ibu membuat ejekan dengan mengajak ibu-ibu bawa rantang buat dipukul-pukul dikeramaian?

Kita memang tidak makan beton, bu....! Tapi dengan beton terbentang dari Sabang sampai Merauke, darisitu kita bisa membangun masa depan. Kita  hidup bukan hanya mencari makan. Dari pakaian ibu pakai, ibu bukan lagi urusan makan tetapi sudah mencari kesejahteraan.

Dengan tersedianya Infrastuktur, rakyat mudah mencari makan. Dengan membangun infastruktur itulah, ibu dan anak-anak ibu lahirkan bisa bangun kejayaan!

Saya bukan minta Jokowi untuk ibu muliakan. Tetapi saya minta, berpolitiklah dengan penuh kewarasan.

Demikian.
Semoga jalan kewarasan yang terputus, tersambung lagi.
Aamiin

Oleh: Aznil (Putera Minang/Sumbar)_

(fit/gis)

Presiden Minta Penyaluran PKH Tepat Sasaran



Jakarta, PenaOne - Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai salah satu kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan akan terus berlanjut. Bila pada tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya anggaran yang dialokasikan berkisar pada angka Rp18 triliun, di tahun 2019 anggaran tersebut meningkat hampir dua kali lipat, tepatnya menjadi sebesar Rp34 triliun.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada para pendamping PKH dalam acara Jambore Sumber Daya PKH Tahun 2018 di Istana Negara meminta mereka untuk betul-betul memberikan pendampingan dan memastikan agar anggaran tersebut sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

"Menjadi tugas bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian memastikan penyaluran bantuan itu sampai di tangan penerima manfaat," ujarnya.

Presiden menjelaskan, meski beberapa waktu belakangan fokus perhatian diberikan pada pembangunan infrastruktur, pemerintah tak serta merta melupakan aspek peningkatan kesejahteraan kualitas sumber daya manusia. Melalui PKH, pemerintah hadir dan menunjukkan keberpihakan negara terhadap rakyatnya.

Sebelum ini, penerima PKH sebanyak 6 juta kepala keluarga (KK). Namun sejak tahun 2018 jumlah penerima PKH menjadi 10 juta KK. Pada tahun 2020 nanti, Presiden ingin agar cakupan program ini juga diperluas hingga kurang lebih 15,6 juta KK.

Lebih jauh, untuk menyelaraskan arah kebijakan pemerintah dalam mengurangi ketimpangan dan kemiskinan melalui PKH, Presiden Joko Widodo meminta para pendamping untuk mendorong para penerima manfaat PKH memanfaatkan bantuan yang ada untuk meningkatkan taraf kesehatan anggota keluarga. Kesehatan dan ketercukupan gizi bagi anak memegang peranan penting dalam program pembangunan sumber daya manusia pada 2019 mendatang.

"Pastikan betul bahwa anggaran-anggaran yang ada ini juga dipakai untuk menyehatkan ibu dan anak sehingga perhatian kita kepada yang namanya gizi itu sangat penting. Arahkan mereka untuk membeli hal-hal yang berkaitan dengan gizi terutama yang memiliki anak-anak balita atau ibu yang sedang mengandung. Ini untuk menyiapkan generasi 20 sampai 50 tahun ke depan," ucapnya.

Aspek lain yang mesti diperhatikan ialah soal pendidikan anak. Para pendamping diminta Presiden untuk juga menekankan pentingnya pendidikan wajib bagi anak-anak mereka untuk dapat meningkatkan taraf hidup di masa mendatang.

"Sampaikan kepada mereka bahwa pendidikan itu penting. Keluarga prasejahtera itu bisa masuk ke level yang lebih tinggi kalau anak-anaknya memiliki pendidikan yang baik. PKH ini kesempatan mereka untuk naik ke level yang lebih tinggi," tuturnya.

Selain itu, Presiden juga meminta para pendamping untuk mengarahkan para penerima manfaat PKH untuk mewujudkan kemandirian ekonomi sehingga tak lagi bergantung pada bantuan sosial. Menurutnya, masyarakat prasejahtera juga harus diberikan pemahaman mengenai pengembangan usaha dengan memanfaatkan dana dari PKH ini.

"Kita ini mengajari rakyat agar bisa mengelola uang yang kita berikan. Jangan sampai uang-uang yang ada ini dipakai untuk hal-hal yang bersifat konsumtif. Harus dipakai untuk hal-hal yang bersifat produktif. Kalau memiliki kemampuan untuk berbisnis atau berdagang, ya bimbing mereka. Itu yang paling cepat untuk masuk ke level yang paling atas," ucapnya.

Sementara bagi para pendamping program, Kepala Negara memerintahkan jajaran terkait untuk mengirimkan sejumlah pendamping ke beberapa negara maju untuk studi banding. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu serta perluasan wawasan terkait dengan implementasi PKH di masyarakat dan peningkatan sumber daya manusia.

"Saya juga minta nanti ada seleksi di pendamping-pendamping PKH ini dan kita kirim ke luar negeri. Bisa sekolah, _training_, atau melihat dan membandingkan negara maju seperti apa dan kita harus mengambil posisi seperti apa. Supaya terbuka wawasan kita sehingga memiliki semangat yang tinggi untuk membangun negara ini. Jangan sampai ada yang tertinggal," tandasnya.

Turut mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.

Demikian kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam siaran persnya. (Kal/fik)

'Oneng' Minta BUMN Sumbang Laba Bagi Pendidikan Mahasiswa RI di Mesir



Cairo, PenaOne - Dalam dua hari pelaksanaan pameran dagang intra-Afrika (Intra-Africa Trade Fair/IATF) 2018 digelar di Kairo, Mesir, sejumlah perusahaan asal Indonesia meraih potensi transaksi dagang. Nominalnya pun mencapai USD 102,02 juta atau sekitar Rp 1,48 triliun. Para BUMN yang berhasil meraih kontrak diminta menyisihkan laba untuk membantu kehidupan mahasiswa asal Indonesia di Mesir.

“Kontribusi dari BUMN ini akan sangat membantu kesejahteraan mahasiswa kita yang sedang studi di Mesir,” ujar anggota Komisi VI DPR yang membawahi urusan BUMN, Rieke Diah Pitaloka usai bertemu Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi di KBRI Cairo, (12/12/2018) malam.

Oneng sapaan akbrabnya saat memainkan film berjudul Bajaj Bajuri itu mengaku sangat mengapresiasi kiprah BUMN yang ikut gencar melakukan penetrasi produk dan komoditas nusantara ke pasar Afrika. Menurutnya, langkah ini sudah sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo agar industri Indonesia melihat Afrika sebagai pasar potensial.

Foto dok KBRI Cairo
“Afrika termasuk Mesir adalah pasar non tradisional yang belum digarap serius. Keikutsertaan dalam IATF ini merupakan kesempatan emas untuk memasarkan produk kita,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Setidaknya tercatat 3 BUMN, 12 perusahaan swasta asal nusantara dan satu institusi keuangan, Indonesia Eximbank meramaikan IATF 2018. Dalam eksibisi dagang terbesar Afrika, KBRI Cairo menyiapkan satu paviliun yang dinamankan ‘Paviliun Indonesia’. Pameran ini berlangsung pada 11-17 Desember 2018.

Para perusahaan ini merupakan penghasil ataupun eksportir sejumlah produk dan komoditas utama seperti kopi, kelapa sawit, rempah, pupuk, pelumas kendaraan hingga kapal karet berteknologi tinggi. Mereka antara lain PTPN III Holding (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Pertamina Lubricants, PT AK Goldenesia, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan PT Dahlia Kusuma Utama.

Dalam pertemuan bisnis yang difasilitasi KBRI Cairo pada 11 Desember malam, sejumlah potensi transaksi berhasil diraih. PT Perkebunan Nusantara III Holding (Persero) meraih nilai potensi transaksi penjualan kelapa sawit mencapai USD 90 juta. Lalu, PT Pertamina Lubricants yang memasarkan pelumas kendaraan meraih potensi transaksi USD 6 juta.

Selanjutnya, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia membukukan potensi penjualan kopi dan kelapa sawit senilai USD 5,4 juta. Eksportir kelapa sawit dan turunannya, PT AK Goldenesia juga ikut meraih potensi transaksi USD 370 ribu. Dan tidak ketinggalan, PT Dahlia Kusuma Utama, produsen pupuk organik mencatatkan potensi transaksi senilai USD 250 ribu. Dengan demikian, total potensi transaksi yang berhasil dibukukan pada hari kedua pelaksanaan IATF 2018 sudah mencapai USD 102,02 juta (sekitar Rp 1,48 triliun, kurs USD 1 = Rp 14.580)

Lebih lanjut, Rieke menyatakan optimistis nilai potensi kontrak dagang yang diraih perusahaan Indonesia akan terus melonjak. Karena itu, dirinya mengingatkan agar para BUMN kelak dapat menyisihkan laba bagi pendidikan mahasiswa Indonesia di Mesir. Dana tersebut, lanjut dia, dapat disalurkan melalui KBRI Cairo yang memiliki program infaq dan shadaqah pendidikan di Mesir.

“Sumbangan 2,5 persen dari laba kontrak dagang yang diraih BUMN dalam IATF sudah sangat membantu kehidupan mahasiswa kita. Dan saya yakin Presiden Jokowi juga akan mendukung program peningkatan kesejahteraan mahasiswa Indonesia di Mesir,” tandas Rieke.

Menanggapi usul Rieke, Dubes Helmy mengatakan pihaknya siap memfasilitasi BUMN maupun perusahaan Indonesia yang berkeinginan membantu mahasiswa Indonesia di Mesir. Sebab, lanjut dia, mayoritas mahasiswa yang studi di Negeri 1000 Menara ini datang dengan biaya sendiri. 

Rieke Diah Pitaloka alias Oneng (dua dari kanan) dan Dubes RI untuk Cairo Helmy Fauzi. Foto dok KBRI Cairo
Dalam catatan KBRI Cairo, data per September 2018, terdapat 5.086 pelajar dan mahasiswa Indonesia yang belajar ke Mesir, dan sekitar 57,4% (2.921 orang) tercatat sebagai mahasiswa S-1. Mayoritas dari pelajar dan mahasiswa Indonesia ini studi dengan biaya sendiri/non beasiswa (82,7% atau sekitar 4.207 orang). Untuk tahun 2018 ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang lolos seleksi dan akan memulai studi di Universitas Al-Azhar sebanyak 2.010 orang. Dan hanya sebagian kecil dari mereka berstatus sebagai penerima beasiswa.

“Bantuan dana pendidikan yang diberikan perusahaan ataupun BUMN ini akan sangat membantu mahasiswa kita di sini untuk dapat lebih berprestasi. Dan jika dipercaya, kami sangat siap untuk membantu pengelolaan bantuan pendidikan itu,” kata Dubes Helmy. (slm/gus)