Pesona Wisata Mandeh Pesisir Selatan Sumatera Barat

Pesisir Selatan, PenaOne - Mendengar wisata bahari yang paling populer di Indonesia maka Raja Ampat Papua adalah yang paling akrab di telinga kita, Raja Ampat Papua Barat yang menjadi daya tarik pengunjung bukan saja memiliki alam yang indah.

Terima Kasih dari Masyarakat Sungai Mandau untuk PLN

Sungai Mandau merupakan salah kecamatan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Masyarakat disana masih menggunakan genset dalam menggunakan listrik.

Diduga Dokter Kerja Paruh Waktu, Pelayanan RSUD Aceh Tamiang Tidak Maksimal

Aceh Tamiang, PenaOne - Diduga Doker banyak praktek luar, Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang terindikasi tidak maksimal.

Wednesday, 31 August 2016

Panen Raya Daqu Agrotechno Segera Tiba


Jakarta, PenaOne - Daqu Agrotechno akan kembali melaksanakan panen rayanya Desember mendatang. Hal itu diungkapkan langsung oleh Muad Asegab (30), Direktur Utama Daqu Agrotechno.

"Panen kali ini bertajuk 'Selamatkan Generasi Pertanian Indonesia'. InsyaAllah, akan kami gelar pula launching sekolah pemuda tani, sekaligus membuka pesantren takhasus, " ucapnya.

Sekolah ini memberikan pembinaan kepada kaula muda agar menjadi wirausahawan di bidang pertanian, serta mempunyai akhlak yang mulia. Sedangkan program takhasus, akan membina 20 santri ikhwan dengan 2 ustadz pembimbing, yang berlokasi di Daqu Agrotechno Training Center sendiri.

Alhamdulillah, selain itu hadir pula program yang aktif berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Sebut saja, program pertanian terpadu yang mendorong keterampilan dalam pengelolaan usaha tani. Tak hanya mandiri, melainkan memiliki nilai-nilai sosial, kesehatan dan perbaikan lingkungan sekitar.

Kemudian, program peternakan berbasis lingkungan. Suatu program yang mengupayakan menambah pendapatan petani melalui kegiatan usaha ternak komunitas. Dengan memanfaatkan alam yang ada sekitar, seperti pupuk organik dari kotoran ternak.

Tak tertinggal, ia menerangkan, program yang memperhatikan kesehatan masyarakat, melalui program Perbaikan Gizi Keluarga Dhuafa. Sebuah kegiatan yang menyalurkan hasil beras yang sehat kepada keluarga-keluarga yang mengalami gizi buruk ataupun masyarakat yang terbiasa mengkonsumsi Raskin.

Lelaki kelahiran Jawa Timur itu menyampaikan, dengan melihat fenomena penurunan fungsi lahan pertanian yang beralih menjadi pemukiman padat penduduk, ruko-ruko, dan bangunan lainnya ini.Ia mencoba membuat gerakan yang memeberi edukasi kepada masyarakat tentang sektor pertanian.

Sebagaimana yang telah diketahui, panen raya bertujuan untuk mensosialisasikan hasil pertanian, yang berasal dari bantuan para donatur PPPA Daarul Qur'an.

"InsyaAllah, kali ini kami akan memanen padi organik, berbagai macam sayuran, seperti pakcoy, kubis, sawi dan lainnya," terangnya.

Sebagian besar hasil panen dialokasikan untuk kebutuhan santri di Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an. Namun diluar itu, mereka juga menjual beras dalam kemasan 5kg dengan sistem retail. Adapun sisi menarik dari tahap penanam bibit hingga panen tiba. Yakni, para petani selalu mengiringinya dengan basmallah, sholawat, doa dan tak lupa sholat Dhuha.

"Rata-rata petani kami adalah wargra sekitar yang tergolong kaum dhu'afa.Hampir seluruh petani ini berusia di atas 40 tahun.Namun, mereka adalah orang-orang yang mau berkomitmen melaksanakan Daqu Method," imbuhnya.


Tak Kunjung di Implementasikan, YARA Judicial Riview Qanun Aceh


Banda Aceh, PenaOne - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengajukan Judicial Riview (JR) Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Bendera Bulan Bintang dan Lambang Aceh ke Mahkamah Konsitusi (MK) melalui Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh.

Direktur YARA Safaruddin SH menyebutkan, gugatan tersebut didaftarkan pada hari ini, Selasa, (30/8/2016) di Pengadilan Negeri, Banda Aceh.

"Kami meminta pada MK agar merubah materi desain bendera dan lambang Aceh sesuai dengan aspirasi masyarakat Aceh, 'ujar Safaruddin dalam siaran persnya yang diterima PenaOne.com.

Sejak disahkan pada tahun 2013 lalu, Qanun tentang Lambang dan Bendera Aceh memang menuai kontroversi di bumi serambi Mekkah.

Lebih lanjut menambahkan, banyak yang mendukung, tapi tak sedikit juga yang menolaknya. Penolakan bahkan sering dilakukan lewat serangkaian aksi turun ke jalan, 'sebut Safaruddin.

Qanun Aceh tersebut, dianggap tak sejalan dengan keinginan seluruh rakyat Aceh bahkan di tingkat pusat juga diketahui qanun ini belum mendapat persetujuan karena sering dianggap masih bernuansa Separatis di Aceh, 'terang Safaruddin.

Penulis: Muhammad Abubakar


Demi Selingkuhan Kechik Alue Buloh Diduga Mar Ud Dana Desa


Aceh Timur, PenaOne - Demi Wanita Idaman Lain (WIL) Kechik (Kades) Alue Buloh, kemukiman Birem Timur, kecamatan Birem Bayeun, kabupaten Aceh Timur Sumedi diduga kuat telah melakukan Mar Up anggaran pembangunan rabat beton di kampung itu.

Pembangunan rabat beton sepanjang 500 Meter yang bersumber dari APBG tahap pertama tahun 2016 di Dusun Suka Damai - Suka Makmur terindikasi tidak cukup volume.

Amatan pewarta media ini di lokasi pembangunan rabat beton dengan anggaran Rp 194.523.000 hanya sekitar 80 Meter.

Bendahara Desa Yusniar saat di temui Senin (29/8) menyebutkan saya tidak tau penggunaan uang itu kemana, 'pak Kechik menarik uang dari kas desa secara global, kalau di tanya kemana aja uang itu di gunakan saya tidak tau, tanya saja sama pak Kechiknya, 'terang Yusniar.

Hal yang sama juga di sampaikan Pejabat Sementara ketua Tuha Peut Suhadi, 'saya selaku PJS Tuha Peut tidak tau apa apa, dalam hal pengelolaan Dana Desa kami tidak pernah di libatkan, Stempel tuha peut pun mereka yang pegang, saya sudah memintanya namun hingga hari ini stempel itu tidak pernah di berikan ke saya, 'sebut Suhadi.

Sementara Kechik Desa Alue Buloh yang juga karyawan PTP Nusantara I Sumedi sudah seminggu lebih tidak berada di tempat, menurut informasi dari warganya yang namanya tidak mau di tulis, sang Kechik saat ini kabur dari kampung bersama janda kembang Rini alias Rindu wanita selingkuhannya.

Hasil penelusuran pewarta media ini Senin (29/8) saat hendak di komfirmasi di rumahnya Sumedi tidak berada di tempat, menurut istrinya sudah seminggu tidak pulang, begitu juga saat di hubungi melalui Henpon Selulernya 0852 6265 9568 No ponselnya tidak aktif.


Penulis: Muhammad Abubakar


Tuesday, 30 August 2016

Bang Joni dan Mando Jadi Magnet Pemikat Deklerasi Toke Su Uem


Langsa, PenaOne - Komedian Aceh Abdul Hadi, pemeran Bang Joni bersama Mando aktor film lawak Aceh “Eumpang Breuh” tampil jadi magnet pemikat masyarakat pada Deklarasi calon walikota dan wakil walikota Langsa priode 2017-2022 Senin (29/8) di lapangan Merdeka setempat. Bang Joni bersama Mando tetap tampil memukau dengan gaya khasnya, meski bukan sedang berakting.

Deklarasi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Langsa, Usman Abdullah dan Marzuki Hamid, serta deklarasi calon Gubernur / wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf-TA Khalid di Lapangan Merdeka Langsa, dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang ingin melihat lansung pelawak Aceh tersebut.

Hadir pada Deklarasi itu, calon Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Koordinator Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) Wien Rimba Raya, juri bicara Partai Aceh (PA) Pusat Adi Laweung, juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat Mukhlis Abee, dan Ketua Badan Legislatif (Banleg) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Iskandar Usman Alfarlaky.

Pada acara tersebut juga hadir sejumlah pengurus partai koalisi Usman Abdullah (Toke Suum) - Marzuki Hamid, diantaranya ketua DPC Gerindra Kota Langsa, PKS Kota Langsa, DPD Nasdem Langsa, PBB, PPP, PAN dan Hanura Kota Langsa.

Dari Pantaun media  dilokasi, selain massa simpatisan dari berbagai komunitas dan lintas partai serta massa dari kabu peten Aceh Tamiang, kabupaten Aceh Timur pun turut menghadiri deklarasi tersebut.


Penulis: Muhammad Abubakar

Monday, 29 August 2016

Akibat Kendaraan Proyek Jalan Desa Rusak, Intansi Terkait Diminta Ambil Tindakan Tegas


Aceh Timur, PenaOne - Ketua Forum Keuchik Kecamatan Indra Makmu, Murthada meminta agar Dishub kabupaten Aceh Timur tidak mengeluarkan izin dispensasi penggunaan jalan Kabupaten Khususnya pada lintasan Alue Ie Mirah – Julok, terhadap angkutan yang melebihi tonase sebelum adanya pernyataan tanggung jawab pembangunan jalan Kabupaten maupun jalan desa yang rusak akibat dari aktifitas kendaraan pengangkut alat berat.

“Saya minta Dinas perhubungan Aceh Timur dan Intansi Pemerintah tegas untuk mengambil tindakan, sebelum menimbulkan resiko sosial yang diterima masyaratak dan daerah, " ujar Keuchik Jambo Lubok.

Murthada mencontohkan 4 unit jembatan besi yang di bangun pihak perusahaan dianggap menggangu kenyamanan penguna jalan umum, karenan desain kontruksi jembatan hanya mengakomodir kepentingan perusahaan semata.

Murtala mengungkap sebelumnya permasalahan jembatan tersebut sudah pernah dikeluhkan kepada kepala kontruksi perusahaan JEC namun hingga saat ini belum ada tanggapan, dan kegiatan perusahaan yang menggunakan jalan umum tanpa izin.

"Jika nantinya berakibat terganggunya fungsi jalan untuk kepentingan lalu lintas umum, perusahaan tersebut dapat di jerat Pasal 63 ayat 1dan 2 UU No.38 Tahun 2004 Tentang Jalan  dan Pasal 274 ayat 1 UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," ungkapnya.

Sementara itu Dinas Perhubunagan Aceh Timur melalui Kabit Darat, Zulkifli,  saat di komfirmasi melalui telphone genggam, membenarkan pihak perusahaan PT MEDCO belum pernah mengurim surat Permohonan izin pengunaan kepada dinas Perhubungan untuk menggunan jalan pemerintah.

Zulkifli juga menambahkan Dinas Perhubungan Aceh Timur sudah mengirim surat  untuk semua Camat yang bertagas di setiap Kecamatan di Pemerintahan Aceh Timur guna mengawasi setiap pengunan agar semua sarana pemerintah yang sudah di bangun tetap terjaga dan tidak cepat hancur.


Penulis: Hasanuddin Aceh