Tim Futsal Indobat XXIII- jadi Runer Up

Jakarta, PenaOne - Komisi X DPR mendesak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk selektif dalam memfasilitasi penyelenggaraan kejuaraan olahraga prestasi tingkat nasional atau internasional.

Luncurkan Solid Road, Holcim Sasar Pembangunan Infrastruktur di Indonesia

Jakarta (28/8) - Prioritas Pemerintah dalam pembangunan infrastruktur nasional, menjadi kunci utama dalam peningkatan daya saing Indonesia.

IWO Laporkan Kapolres Waykanan ke Prompam Polda Lampung "Ditumbalkan"

BANDAR LAMPUNG - Lantaran menghina profesi wartawan dan masyarakat Lampung, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Lampung Wawan Sumarwan melaporkan Kapolres Waykanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan ke Propam Polda Lampung

Tiga Srikandi Atlet Indobatt Harumkan Indonesia di Kancah Internasional


Jakarta, PenaOne - Tiga srikandi atlet tenis lapangan Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Forces In Lebanon), terdiri dari Serka (K) Meylani. R., Serda (K) Neneng Meytriana dan Sertu (K) Indarti B. Lestari mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, pada kejuaraan “Unifil Open Tenis Competition 2018” di Lebanon Selatan.

Kejuaraan yang diselenggarakan rutin setiap tahun ini diikuti oleh beberapa negara yang tergabung dalam Satgas Unifil seperti Indonesia, Korea, Malaysia, Nepal, India, Italia, Srilanka dan Serbia.

Tiga Srikandi atlet Indobatt tersebut berhasil menjuarai beberapa nomor dalam kejuaraan kompetisi tenis Unifil yang digelar selama lima hari (22 s.d 26 Mei 2018) di lapangan tenis Republic of South Korea Battalion-Abbasiyeh Lebanon. Pada kejuaraan ini, para atlet tenis lapangan Indobatt bertanding dengan membawa nama Kontingen Garuda Unifil 2018.

Bertanding dibawah teriknya matahari, para atlet Kontingen Garuda berhasil mendominasi beberapa nomor.  Di Tunggal Putri, Serka (K) Meylani keluar sebagai juara pertama setelah dipartai final mengalahkan kompatriotnya Serda (K) Neneng Meytriana.

Sementara itu, Sertu (K) Indarti B. Lestari meraih tempat ke tiga setelah mengalahkan petenis tuan rumah (Korea).

Di nomor Ganda Putri, Serka (K) Meylani yang berpasangan dengan Serda (K) Neneng Meytriana mempersembahkan emas untuk Kontingen Garuda setelah mengandaskan perlawanan atlet tuan rumah.

Sedangkan, Sertu (K) Indarti Lestari yang berpasangan dengan Sertu (K) Rina Ariani meraih tempat ke tiga setelah mengalahkan atlet tuan rumah (Korea).

Untuk Ganda Campuran Atlet Indonesia, Mayor Arh Ragil Setyo Yulianto yang berpasangan dengan Serka (K) Meylani keluar sebagai juara pertama setelah menuntaskan perlawanan atlet tuan rumah (Korea).

Dalam turnamen Unifil Open Tenis Competition 2018, Serka (K) Meylani R. meraih predikat “The Best Women Player”, dengan penampilan apiknya yang mampu menjuarai beberapa nomor dalam kejuaraan Unifil Open Tenis Competition 2018.

Kejuaraan Unifil Open Tenis Competition 2018 ditutup secara resmi oleh Komandan Kontingen  Republic of South Korea Kolonel Jin Coel Ho, Sabtu (26/5/2018) dengan memberikan Trophi, kalungan Medali dan Piagam kepada para pemenang.

“Saya sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh atlet Kontingen Garuda. Ditengah menjalankan ibadah Puasa, para atlet kita berjuang dan mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan keluar sebagai juara umum. Ini sesuatu hal yang luar biasa,” ujar Komandan Kontingen Garuda Unifil 2018, Kolonel Inf Murbianto dalam siaran pers Minggu (27/5/2018).

Sementara itu, Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P. mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh tiga personel anak buahnya yang ikut mewakili Kontingen Garuda Unifil 2018.

"Tidak mudah meraih prestasi ini, mereka telah mempersiapkan diri jauh sebelumnya, perjuangan mereka sangat saya apresiasi, karena lawan yang dihadapi tidaklah mudah,” katanya. (gus/had)

Pertemuan 29 Mei Harus jadi Titik Awal Perubahan

Sayed Junaidi Rizaldi
Jakarta, PenaOne - Aktivis 98, Sayed Junaidi Rizaldi menyebut peristiwa kerusuhan Mei 1998 dan tumbangnya Presiden Soeharto menjadi pengingat kita lagi bahwasanya ada pekerjaan rumah yang belum selesai.

Menurutnya,  kawan-kawan aktivis 98 dimanapun berada tetap berpatokan pada nilai-nilai gerakan 98, yaitu tetap melakukan perubahan dimanapun berada.

Minimal lanjut dia, kita tahu bahwa hasil perjuangan yang kita dapatkan hari ini, bukan 1 hari dan 2 hari, kemudian jangan pernah dilupakan bahwasanya semua orang bisa berbicara hari ini dengan lancar dan lugas, itu tidak terlepas dari perjuangan reformasi 98.

“Dan pada hari ini para  Aktivis 98 juga dituntut secara sejarah untuk bertanggung jawab terhadap reformasi ini, tetapi sampai hari ini kita belum berkuasa penuh,” ungkapnya tegas Minggu (27/5/2018).

Masih menurutnya, yang jelas ada beban dan tanggung jawab sejarah yang harus diselesaikan oleh para aktivis 98.

"Pasca reformasi 98, semuanya saya bilang harus mengamalkan nilai-nilai perjuangan 98 dan ada agenda-agenda kita yang belum selesai yang harus kita wujudkan, seperti masalah pelanggaran HAM dalam tragedi Trisakti, tragedi Semanggi I dan II, yang bisa diselesaikan melalui Pengadilan Judicial misalnya, sementara Presiden Jokowi pernah mengatakan bahwa kasus ini harus diselesaikan, namun mentok di Kejaksaan Agung,” bebernya.

Lanjut Sayed, sampai hari ini juga akhirnya berbalik, tiba-tiba orang-orang yang dulu memusuhi kami, melawan kami,  sekarang mereka  yang seolah-olah reformis. Lalu munculah kelompok-kelompok Ormas yang tidak berlandaskan Pancasila.

“Kita harus ingat, mereka itu adalah orang-orang yang dulu sangat anti reformasi,” tegasnya.

Menurut Sayed, saya masih ingat bahwa sampai hari ini kita para aktivis 98 masih berjuang untuk bagaimana bisa masuk pada lingkaran kekuasaan, sehingga bisa membuat regulasi kebijakan di masyarakat. Karena selagi masih ada darah dan air mata, selagi perjuangan belum selesai, saya mengutip kata-kata Nehru.

“Harapan saya, semangat revolusi dan reformasi 98 harus ada di dada kita semua dan insya Allah buka puasa bersama aktifis 98 pada Selasa 29 Mei nanti akan jadi momentum konsolidasi aktivis 98 dalam rangka menyiapkan Agenda Rembug Nasional Aktifis 98," demikian jelas Pak Cik  panggilannya.

Jadi hari ini, kata Sayed, pemerintah yang sekarang saya anggap sipil, bersih dan terpilih secara demokratis adalah Pak Jokowi.

"Jangan salahkan Pak Jokowi yang terjadi hari ini, karena ini terjadi akibat ulah sekelompok orang yang tidak puas dengan reformasi dan mengawali kebangkitan Orde Baru dengan menggunakan cara-cara licik dan tidak beradab," pungkasnya. (zal/ina)

Polisi Amankan Seorang Mahasiswa Tembak Pemotor


Solo, PenaOne - Kepolisian Polres Kota Surakarta mengamankan seorang mahasiswa yang diduga telah menembak pengendara motor dengan menggunakan airsoft gun di Jalan Slamet Riyadi Kleco Laweyan Solo, Jawa Tengah.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, di Solo, Sabtu mengatakan, pelaku seorang mahasiswa, Peta Ocky, diamankan di rumahnya Pajang Solo, pada Sabtu siang dan kini masih diperiksa oleh petugas di Mapolresta Surakarta.

Menurut Kapolres pihaknya mengamankan pelaku karena ada laporan kejadian penembakan dari masyarakat, dan juga menjadi viral di media sosial. Kejadiannya di kawasan Kleco Solo tepatnya di Jalan Slamet Riyadi, pada Jumat (26/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres mengatakan peristiwa penembakan senjata airsoft gun terhadap korban berinisial AM itu, berawal dari pelaku Ocky yang mengendarai mobil Pajero Nopol Ad 7157 AH diduga terjadi senggolan dengan pengendara sepeda motor (korban) saat melintas di lampu merah Kleco Jalan Slamet Riyadi. Korban kemudian menggedor mobil pelaku.

Pelaku yang emosi kemudian membuka kaca mobil mengeluarkan kata-kata kasar kepada korban, dan kemudian mengeluarkan senjata airsoft gun yang ditodongkan ke pengendara. Pelaku mengeluarkan tembakan empat kali, dan dua kali mengenai sepeda motornya, satu kali lepas dan satu kali mengenai punggung korban.

Bahkan, kejadian penembakan tersebut ada yang merekam dengan video dari belakang, dan menjadi viral di medsos.

"Kami setelah mendapat laporan dan melihat videonya langsung melakukan pengamanan kepada pelaku di rumahnya," kata Kapolres.

Menurut Kapolres pihaknya memproses hukum pelaku penembakan tersebut agar menjadi pembelajaran bagi warga masyarakat Solo untuk menghindari sifat arogan dan emosi, apalagi sekarang sedang bulan Ramadhan.

"Solo ini, kota yang aman, nyaman, damai dan tenang. Mari kita jaga bersama kedamaian dan ketenangan di Kota Solo ini," kata Kapolres.

Selain itu, polisi juga berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata airsoft gun merk KWC dan kartu nomor registrasi senjata buatan Taiwan untuk disita.

Atas perbuatan pelaku akan dijerat dengan pasal 351 KUHP, tentang Penganiayaan, ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

"Saya menyesal dan menodongkan senjata airsoft gun ke korban karena emosi," kata Pelaku saat diperiksa oleh petugas di Mapolresta Surakarta. (Antara)

1.000 Aktivis '98 Bakal Konsolidasi di Jakarta


Ilustrasi
Jakarta, PenaOne - Sekitar 1.000 aktivis '98 akan melakukan konsolidasi di Ballroom Puri Agung Sahid Jaya Hotel, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 86, Jakarta Pusat Selasa (29/5/2018).

Konsolidasi para aktivis tersebut akan dibalut dengan acara buka bersama dalam bulan suci Ramadhan ini.

Dalam pesan berantai di group WA Sabtu (26/5/2018) acara itu didukung oleh organisasi '98 diantaranya; Syarikat 98 (Ketum Hengki Irawan), Progres 98 (Ketua Faizal Assegaf), PENA 98 (Sekjen Adian Napitupulu) dan JARI 98 (Koordinator Willy Prakasa).

Acara diskusi sendiri bakal digelar pukul 15:45 WIB dengan tema Aktivis 98 Melawan  Radikalisme dan Terorisme". Setelah itu akan dilanjutkan acara rekomendasi untuk rembug nasional.

Ketua Progres 98 Faisal Assegaf saat dihubungi PenaOne.com mengungkapkan, pertemuan ini wujud dari langkah konsolidasi strategis kaum pergerakan untuk merespon situasi terkini.

"Dimana makin maraknya radikalisme dan terorisme yang menjadi ancaman serius bagi kelangsungan bernegara menjadi salah satu sebabnya," kata dia.

Maraknya radikalisme saat ini, lanjut Assegaf, menjadi salah satu konsen teman-teman pergerakan untuk melakukan konsolidasi.

"Kawan-kawan tergerak secara moral untuk melakukan upaya konkret memperkuat negara dan aparat penegak hukum melawan kejahatan radikalisme yang makin mencemaskan kehidupan rakyat banyak," pungkasnya. (isa/gah)