Friday, 20 March 2015

Sibekas Masih Digemari Walaupun Ada Virus



News, Jakarta - Pakaian bekas impor saat ini menjadi incaran bagi masyarakat, disamping harganya murah model-modelnya tidak juga ketinggalan. Meskipun pemerintah telah melarang penjualannya,  dikarenakan pakaian ini mengandung bakteri tetapi masih juga banyak peminatnya terutama masyarakat menengah kebawah. Ini terlihat antusias warga di pasar Senen, Jakarta Pusat yang merupakan pusat belanja pakaian bekas.


Salah seorang pengunjung yang bernama Anton mengaku bahwa ia sering belanja ke sini untuk membei pakaian bekas, disamping harganya murah pakaian ini  masih sangat layak dipakai.


"Saya sering belanja pakaian disini untuk saya pakai sendiri maupun untuk anak saya, soal harga yang ditawarkan murah bangat, lagian ekonomi susah sekarang ini daripada beli pakaian baru yang harganya ratusan ribu mendingan beli beras," ujarnya yang sedang memilih baju di pasar Senen, Jakarta, Kamis, (19/3/2015).


Seperti diketahui Kementerian telah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli pakaian impor pasalnya dari uji laboratorium Kemendag, pada pakaian ini banyak didapati berbagai bakteri yang akan menimbulkan alergi pada kulit hingga terkena penyakit saluran kelamin. Meskipun harganya