Wednesday, 1 April 2015

Pemblokiran Situs Islam, Almuzzamil Yusuf: Jangan Sampai Menyampaikan Al Quran dan Sunah Nabi Dianggap Radikal






Jakarta – Almuzzamil Yusuf yang merupakan Anggota Komisi III DPR RI menanggapi pemblokiran situs Islam  yang diajukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi tanpa melakukan klarifikasi dan penelitian lebih dahulu kepada pengelola situs.

"Jangan sampai situs yang menyampaikan ayat Al quran dan sunah Nabi Muhammad serta mengecam kebiadaban Israel dan Barat dianggap radikal,” ujarnya seperti dikutip klikpositifcom, Jakarrta, Rabu, (1/4/2015).

Menurut Almuzzamil penutupan situs Islam ini harusnya di klarifikasi dan berdialog sebelumnya bersama pengelola situs serta mengundang para ahli, tokoh agama, ormas Islam serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengetahui apakah konten dalam situs itu menyimpang atau tidak dalam ajaran Islam.

"Sampaikanlah surat teguran dan undangan dialog secara baik-baik dengan para pengelola situs tersebut dan tidak serta merta merekomendasikan pemblokiran tanpa tolok ukur yang jelas," katanya.

Almuzzamil menegaskan karena banyaknya aspirasi di media social, surat pengaduan, serta pesan singkat ke DPR RI maka DPR RI akan memanggil pihak Pemerintah. Ia menggap pemblokiran situs Islam akan berdampak pada eksistensi situs media informasi dan pendidikan Islam terancam oleh rezim Pemerintahan Jokowi. 

"Teman-teman di Komisi I, II, III, dan VIII rencananya akan memanggil Menkominfo, Menag, dan BNPT untuk menanyakan kebijakan ini," ujarnya.