Thursday, 19 May 2016

Biaya Ibadah Haji Turun, NasDem tetap Beri Catatan untuk Kemenag



PenaOne, Jakarta – Anggota Komisi VIII dari Fraksi NasDem Choirul Muna mengakui bahwa pelayanan ibadah haji tahun ini semakin baik dibandingkan dengan yang lalu. ‎Tidak hanya itu, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pun sudah ditetapkan turun. Namun demikian dia tetap memberikan beberapa catatan penting bagi Kementerian Agama.
Legislator NasDem yang berasal dari Jawa Tengah VI ini menerangkan, selain BPIH yang berhasil ditekan, direct cost dapat diefisiensikan, dana indirect cost juga dapat dioptimalkan, pelayanan yang di sajikan dilapangan pun bertambah.‎
“Saya selalu mengikutinya dan saya begitu serius memperjuangkan betul yang selama ini menjadi beban bagi jamaah haji,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya lantai 22 gedung Nusantara I Senayan, Kamis (19/5).
Satu hal yang jadi perhatian Kyai Muna, sapaan akrabnya, adalah soal keadilan bagi jamaah.
“Jadi ada hal yang tidak bersentuhan dengan jemaah, ya tidak dibebankan pada jamaah. Yang pentingkan jamaah enak dan nyaman,” tegasnya.
Meski begitu Choirul Muna tetap mengingatkan pemerintah tentang dua catatan penting untuk penyelenggara haji. Yaitu perihal jamaah haji lansia serta gejolak yang sering terjadi pada puncak ibadah haji di Mina.
“Tenaga medisnya yang lalu-lalu sangat terbatas, yang lansia-lansia ini perlu bagaimana juga mendapatkan perhatian khusus. Saya mengharapkan setiap kloter itu tenaga medisnya ditambah,” jelasnya.
Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dia berharap akan ada dua gelombang pengawasan. Yaitu sejak awal pemberangkatan, sesudah berada di Arab Saudi yakni pada tahap pelaksanan, sampai dengan kepulangan ke Tanah air.
“Kita akan awasi betul, seperti apa kesiapan daker-daker (Daerah Kerja) di sana, checking tempatnya. Pengawasan kita harus ketat, supaya kementerian agama tidak semau gue,” cetusnya.