Tuesday, 31 May 2016

MUI Dalam Bulan Ramadhan Pantau Penayangan TV Nasional


PenaOne, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama bulan Ramadhan tahun ini akan melakukan pemantauan terhadap 15 televisi nasional, hal ini dilakukan untuk memastikan semua penayangan televisi sesuai dengan syiar Islam dan ibadah dibulan suci.

Ketua Umum MUI, KH. Ma'ruf Amin menjelaskan, pemantauan televisi berlandaskan pada sejumlah perundang-undangan dan aturan yang berlaku. Pada tahun ini, pemantauan televisi akan melibatkan masyarakat dengan cara mengirim konten video rekaman siaran tv melalui email ke pantautv.mui@gmail.com.

"MUI memiliki tanggung jawab moral agar konten siaran televisi sesuai dengan semangat syiar dan ibadah di bulan Ramadhan," kata Kiai Ma'ruf Amin saat jumpa pers di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (31/05/2016).

Lebih lanjut, Ketua Umum MUI itu menambahkan pemantauan akan dilakukan pada jam-jam prime time yakni, sebelum dan sesudah sahur, serta sebelum dan sesudah berbuka puasa. Tim pemantau MUI akan merekam program televisi, apakah di dalamnya ada pelanggaran atau tidak. MUI juga bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait dengan rekaman video yang akan menjadi dasar pemantauan. KPI memiliki peralatan dan SDM yang jauh memadai untuk memantau konten siaran televisi.

"Selain KPI, MUI juga memiliki tim internal yang akan melakukan perekaman siaran televisi," tambah Kiai Ma'ruf Amin.

Pemantauan siaran televisi mengacu pada UU Penyiaran, UU Pornografi, UU Perlindungan Anak, UU tentang Pers, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS), Surat edaran KPI tentang larangan penampilan kebanci-bancian dan fatwa MUI. Landasan tersebut untuk memperkuat pemantauan agar pengelola televisi benar-benar memproduksi tayangan yang substansinya ramah dengan bulan Ramadhan.

"Hasil pemantauan di sepuluh hari pertama akan disampaikan MUI dengan menggelar jumpa pers. Sementara 20 hari selanjutnya akan disampaikan setelah Idul Fitri," jelas Ma'ruf Amin.

Adapun televisi yang akan dipantau adalah RCTI, SCTV, Net TV, Metro TV, TVOne, Indosiar, MNC TV, I-News TV, Kompas TV, Trans TV, Trans 7, Global TV, ANTV, RTV dan TVRI.

Kiai Ma'ruf Amin berharap Ramadhan tahun ini tidak ada lagi acara  hiburan yang candaannya penuh caci maki, dialog dan adegan yang merendahkan. Dengan demikian, kondusivitas peribadatan di bulan Ramadhan tetap terjaga.