Wednesday, 22 June 2016

DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Arus Mudik Jalur Udara 2016


Jakarta, PenaOne - Kesiapan Pemerintah menghadapi arus mudik dan balik tahun 2016 ini diapresiasi oleh DPR. Anggota Komisi V Fraksi NasDem Syarif Abdullah Alkadrie ‎menyatakan hal itu dalam kerja dengan Kemenhub hari ini, Senin (20/6).

Dalam rapat tersebut Menteri Perhubungan Jonan mengatakan bahwa untuk arus mudik 2016, instansinya telah mempersiapakan sebanyak 7 jalur penyebrangan dan 52 pelabuhan laut dari Belawan hingga Merauke.

Sementara itu pihak Korlantas Polri menambahkan bahwa untuk operasi lebaran tahun ini tidak lagimenggunakan kata operasi ketupat melainkan operasi ramadhina.

"Jika melihat paparan dari masing-masing, misalnya dengan beberapa titik kemacetan terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, mereka sudah mempersiapkan segala hal untuk mengatasi hal tersebut," katanya saat ditemui di sela rapat, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (20/6)‎‎.

Dengan segala persiapan tersebut, Syarif berharap antisipasi tersebut semakin jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Upaya tahun lalu sudah baik, semoga tahun ini semakin jauh lebih baik, "ujarnya.

Legislator dari Kalimantan Barat ini juga mengingatkan perlunya antisipasi kepadatan arus mudik melalui udara. Karena tidak sedikit pemudik yang menggunakan moda ini, terutama pemudik yang menuju luar jawa.

"Saya kira seperti di Kalimantan Timur yang terdapat bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan tentunya juga bandara lain yang perlu menjadi perhatikan. Walaupun saat kunker komisi V ke sana, pihak Angkasa Pura menyatakan kesiapannya mengantisipasi arus mudik," terang Sekretaris Fraksi NasDem DPR.

Antisipasi terhadap enumpukan kendaran pemudik dan angkutan pangan dari Sumatera dan sebaliknya juga jadi perhatian Syarief. Karenanya, perlu diatur formulasi dan sirkulasi arus antara kedua arus tersebut.

"Misalnya malam hari lebih diprioritaskan untuk arus pangan, baik dari atau ke pulau Sumatera. Karena persoalan pangan juga sangat penting. Sehingga jangan sampai distribusinya jadi terhambat karena kemacetan panjang," cetusnya.

Politisi ini mengatakan bahwa untuk lebih lanjutnya pada tanggal 23 Juni, dirinya beserta rombongan perwakilan Komisi V akan melakukan pengecekan di penyeberangan Bakauheni Lampung dan Merak Banten.