Wednesday, 22 June 2016

DPR Setuju Mendikbud Hapus MOS di Sekolah




Jakarta, PenaOne - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi NasDem Yayuk Sri Rahayu Ningsih setuju dengan Menteri Anies Baswedan yang telah mengeluarkan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Di dalam Permen tersebut diatur mengenai kegiatan dan atribut yang dilarang selama masa orientasi sekolah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana pengenalan lingkungan sekolah yang lebih kondusif.

Menurut Yayuk, dengan Permen tersebut diharapkan di tahun ajaran baru tahun mendatang tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban akibat kegiatan yang potensial menimbulkan korban. 
"Iya setuju, atas dasar banyaknya korban akibat MOS (masa oreintasi siswa)," katanya di Kompleks Parlemen, Senin (20/6).

Kendati begitu, masa bimbingan bagi peserta didik baru, menurutnya, tetap penting di lakukan. Hanya pelaksanaannya yang perlu dibenahi agar tidak terjadi efek negatif yang terjadi.
Di dalam Permen tersebut diatur tentang beberapa aktivitas dan atribut yang dilarang. Untuk aktivitas, misalnya, menghitung sesuatu yang tidak bermanfaat (menghitung nasi, gula pasir, dan sebagainya), memakan makanan sisa, memberikan hukuman yang tidak mendidik, memberikan tugas yang tidak masuk akal seperti berbicara dengan hewan atau tumbuhan, serta aktivitas yang tidak relevan lainnya.

Adapun contoh atribut yang dilarang seperti, tas karung, tas belanja plastik, kaos kasi berwarna-warni, aksesoris di kepala yang tidak wajar, alas kaki yang tidak wajar, papan nama yang rumit, dan atribut yang tidak relevan lainnya.

Seperti diketahui Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 dibuat Menteri Anies untuk mendukung proses belajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Permen ini menggantikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2014 tentang Masa Orientasi Siswa Baru di Sekolah yang dinilai belum optimal mencegah terjadinya perpeloncoan di sekolah.