Wednesday, 15 June 2016

Izin Operasi Rayani Air Ditarik, Terkait Keselamatan Penerbangan

Kuala Lumpur – Rayani Air, maskapai penerbangan Syariah pertama di Malaysia akhirnya tutup setelah pihak Departemen Penerbangan Malaysia (DCA) menarik kembali izin operasi maskapai ini.

Seperti diketahui, Rayani Air adalah maskapai penerbangan pertama di Malaysia yang menerapkan aturan Syariah yang cukup ketat terhadap kru dan penumpangnya. Semua pramugari Rayani Air harus mengenakan hijab, dan makanan yang disajikan semuanya halal serta tidak mengandung alkohol. Para penumpang yang non muslim juga tidak diperkenankan untuk memakai pakaian yang terbuka atau mengumbar aurat.

Namun demikian, umur dari Rayani Air hanya sebentar saja sejak diluncurkan pada Desember 2015, karena pada Juni 2016 ijin operasi dari maskapai Syariah ini dicabut kembali.

Pencabutan ijin ini dilakukan oleh Departemen Penerbangan Malaysia setelah melalui investigasi dan audit keamanan yang sangat ketat. Rayani Air terbukti melanggar aturan keselamatan penumpang.

“Pemerintah Malaysia mengambil langkah penting untuk menghentikan operasi Rayani Air karena keselamatan dan keamanan industri penerbangan adalah yang hal yang terpenting untuk dilakukan,” kata Azharuddin Abdul Rahman, Direktur DCA Malaysia seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (14/6/2016)

Kasus terakhir yang pasti masih diingat publik yaitu laporan seorang penumpang bernama Lau Weng San yang mengungkapkan bagaimana dia hanya diberi boarding pass yang ditulis tangan. Pada saat itu, pihak Rayani Air beralasan sedang mengalami masalah teknis pada komputer mereka.

Sebelumnya, Rayani Air juga mengalami beberapa masalah soal delay hingga pembatalan penerbangan yang mereka lakukan di menit-menit terakhir karena masalah teknis.

Dengan para kru, Rayani Air juga pernah bermasalah saat para pilot mogok akibat gaji mereka yang belum dibayar.