Friday, 3 June 2016

Lembaga Zakat Akan Mampu Menekan Kemiskinan di Indonesia




Jakarta, PenaOne - Potensi Zakat akan mampu menekan angka kemiskinan di Indonesia, dengan berbagai program yang ada tidak hanya membantu kebutuhan masyarakat miskin, namun juga tarif ekonomi mereka dari yang awalnya penerima zakat (mustahik) menjadi orang yang berzakat (muzakki).

Demikian terungkap dalam Jumpa Pers Forum Zakat (FOZ) Jelang Ramadhan 1437 H belum lama ini (1/6) di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini Raya, Jakarta Pusat. Dalam konferensi tersebut juga dibahas “Profesionalisme Lembaga Zakat yang Semakin Naik”.

Hadir Ketua Umum FOZ Nur Efendi, dan sejumlah perwakilan lembaga zakat dari BUMN.
Potensi kemiskinan saat ini mengalami peningkatan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,51 juta orang pada September 2015, angka tersebut bertambah sebayak 780 ribu orang dibandingkan Sebtember 2014 yang lalu mencapai 27,73 juta orang Sementara ukuran garis kemiskinan secara nasional di perkotaan adalah pendapatan Rp. 356 ribu per kapita perbulan. Sedangkan perdesaan, pendapatan Rp. 333 ribu per kapita perbulan.

Menurut Bank Dunia, selama ini Indonesia telah melakukan tiga upaya pengentasan kemiskinan, diantaranya melalui bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan mata pencaharian. Meski demikian, Bank Dunia juga memberi catatan, bahwa tingkat penurunan kemiskinan melambat.

Selain itu ada potensi kemiskinan bertambah. Pada 2013 saja, ada lebih dari 65 juta penduduk hidup di bawah garis kemiskinan dan sangat rentan jatuh miskin. Namun dengan kondisi Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim, potensi zakat di Indonesia mencapai lebih dari Rp. 217 triliun. Boleh dikatakan, angka itu sangat signifikan dalam menekan angka kemiskinan, ditambah dengan potensi kedermawanan di Indonesia sangat besar.

Menurut Sensus Penduduk 2010 (BPS), kaum Muslimin mencapai 88,2 persen dari keseluruhan penduduk Indonesia dapat diasumsikan termasuk ke dalam kelas menengah yang mencapai sekitar 152 juta jiwa.

Berdasarkan hasil pengumpulan Zakat, Infaq dan Sedekah, hanya dari Lembaga Zakat yang merupakan anggota Forum Zakat Nasional, di tahun 2014 saja mencapai lebih Rp. 1 triliun. Angkat tersebut, menurut Seken FOZ, Muh. Sabeth Abilawa, naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp. 700 milyar.

“Dari angkat tersebut, dapat dilihat bahwa tren penghimpunan zakat, infaq dan sedekah setiap tahun akan semakin naik. Apalagi ditunjang semakin besarnya kesadaran berzakat melalui lembaga yang ada di kelas menengah Indonesia, bisa diperkirakan kenaikan mencapai Rp. 2,5 triliun.”

Sepanjang Ramadhan, lebih khusus pekan terakhir menjelang Idul Fitri merupakan puncak kedermawanan (filantropi) Islam. Pada waktu tersebut, banyak Muslim yang memiliki kelebihan rezeki mewujudkan filantropi Ialam dalam berbagai bentuk, mulai dari menyediakan makanan berbuka dan sahur hingga mengeluarkan bermacam ragam zakat, infaq dan sedekah serta wakaf.

“Boleh dikatakan, saat Ramadhan, terkumpul 75% penghimpunan lembaga dalam setahun. Sisanya 25% dibagi di 11 bulan lainnya,” kata Nur Efendi