Thursday, 9 June 2016

NasDem Dukung Keterlibatan Swasta dalam Program Indonesia Terang


Ari Yusnita, Anggota Komisi VII DPR RI
Jakarta, PenaOne - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi NasDem Ari Yusnita mendukung keterlibatan pihak swasta dalam Program Indonesia Terang. Dalam hematnya, program ini sudah mendesak, terutama bagi daerah-daerah terpencil. 

Legislator asal Kalimantan Utara ini merasakan betul bagaimana listrik begitu dibutuhkan di daerah-daerah seperti di wilayahnya. Oleh karena itu dirinya sepakat dengan Kementerian ESDM yang akan melibatkan pihak swasta dalam program yang progresnya agak lambat ini.

"Saya pikir memang akan lama jika hanya mengandalkan APBN. Memang harus terlibat, swasta untuk proyek ini," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya di Kompleks Parlemen, Rabu (8/6). 

Program Indonesia Terang adalah program dari Kementerian ESDM yang diluncurkan pada Februari lalu untuk menerangi daerah-daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau oleh PLN. Program ini akan mengandalkan sumber-sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, tenaga angin, mikrohidro, biomassa dan panas bumi. 

Saat ini masih ada 12.659 desa tertinggal yang belum memperoleh akses listrik dari jaringan PLN, bahkan 2.519 desa di antaranya belum terlistriki sama sekali. Desa-desa ini sebagian besar tersebar di Provinsi Papua dan di kawasan Indonesia Timur lainnya.

Di daerahnya sendiri, Ari mencontohkan desa Malingnao yang belum mendapatkan listrik hingga saat ini. Dia berharap, pembangunan dari pinggiran yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi terejawantah melalui program ini.

"Harapan saya Program Indonesia Terang segera terlaksana," harapnya.