Wednesday, 1 June 2016

Pemain Bola Asal Tamaulipas Diculik Setelah Pulang dari Pesta



Mexico City, PenaOne –Pemain bola dari klub Olympiakos Alan Pulido, menjadi korban penculikan dalam perjalanan pulang dari sebuah pesta, Sabtu lalu. Enam pria bersenjata tiba-tiba menangkap dan membawanya pergi.

Selama hampir 24 jam dia menjadi sandera. Berkat kesigapan aparat, pemain sepak bola berwajah tampan itu bisa diselamatkan dari tangan para penculiknya pada Minggu malam.

"Alan Pulido sudah bebas sebelum tengah malam. Dia berada dalam kondisi sehat dan selamat," terang juru bicara pemerintah Negara Bagian Tamaulipas secara tertulis.
Sayangnya, tidak ada detail tentang operasi penyelamatan tersebut. Kemarin pagi (30/5) Pulido tampil dalam jumpa pers di Kota Ciudad Victoria, kota kelahirannya sekaligus ibu kota Tamaulipas.

Gubernur Egidio Torre Cantu juga tampak mendampingi mantan penyerang timnas Meksiko tersebut. "(Saya) Baik-baik saja. Puji Tuhan," kata Pulido yang memakai kaus tanpa lengan dan celana pendek. Ada perban yang membalut tangan kanan pemuda 25 tahun tersebut.
Begitu bebas, Pulido langsung dilarikan ke rumah sakit. Dia lantas menjalani serangkaian tes medis untuk memastikan bahwa kondisinya baik-baik saja. "Yang terpenting adalah keselamatannya. Dan, inilah dia. Sehat dan selamat," kata Torre Cantu. Kabarnya, untuk membebaskan atlet muda yang kini bermain untuk Olympiakos itu, pemerintah mengerahkan sejumlah besar polisi dan personel militer.

Pencarian Pulido, menurut Torre Cantu, tidak hanya dilakukan lewat jalur darat. Tapi, juga udara. Itu disebabkan Tamaulipas memang merupakan salah satu negara bagian paling berbahaya di Meksiko. Teror, penculikan, dan insiden penembakan menjadi santapan sehari-hari penduduk. Kartel obat bius dan narkotika tumbuh subur di wilayah tersebut.
Saking berbahayanya, polisi bahkan sampai mengawal tamu atau turis yang berkunjung ke beberapa wilayah Tamaulipas. Terutama jalanan utama Ciudad Victoria. Dari total 28.000 orang yang dilaporkan hilang di seluruh penjuru Meksiko, 5.500 di antaranya raib di Tamaulipas. Mereka rata-rata menjadi korban kartel obat bius atau sindikat yang berkaitan dengan narkotika.

Saat penculikan terjadi, menurut beberapa media Meksiko, Pulido sedang dalam perjalanan mengantar kekasihnya pulang. Beberapa mobil, kabarnya, membuntuti mobil yang dia kemudikan. Sampai di salah satu sudut, mobil-mobil itu menutup jalan dan mencegat mobil Pulido. Mereka lantas memaksa Pulido dan kekasihnya turun.

Awalnya, para penculik bersenjata itu sempat membawa mereka berdua. Tapi, tidak lama kemudian, mereka membebaskan kekasih Pulido. Gadis itulah yang lantas melapor kepada polisi dan mengontak keluarga Pulido. Sayangnya, dia tidak bisa memberikan informasi tentang arah kaburnya para pelaku karena terlalu ketakutan.[Jpnn}