Tuesday, 21 June 2016

Pesantren Holiday Ramadhan Diikuti 300 Anak yang asing dengan Kehidupan Pesantren


Jakarta, PenaOne - Anak-anak merupakan investasi masa depan. Setiap orang tua mendambakan putra-putri yang sholeh dan sholeha. Memberikan pendidikan yang tepat sejak dini merupakan hal yang perlu diperhatikan.

Tidak hanya melalui sekolah, pendidikan juga bisa diberikan melalui kegiatan-kegiatan lainnya. Apalagi memasuki masa liburan sekolah. Sangat penting mengisi waktu luang anak-anak dengan berbagai kegiatan positif.

Demi mencetak generasi yang gemilang, dan berjiwa Qur’ani, Pondok Pesantren Daarul Qur’an mengadakan Pesantren Holiday Ramadan pekan lalu.

Sejak 14 hingga 18 Juni lalu, sekitar 300-an anak dikenalkan dan diterjunkan dalam dunia pesantren. Pasalnya, mereka adalah anak-anak yang masih asing dengan kehidupan pesantren.

Dalam kegiatan ini, para peserta dibina untuk mengalami sendiri, bagaimana rasanya menjadi santri selama hampir sepekan. Dari, bangun tidur hingga tidur lagi.

Disamping, menjalankan aktifitas ibadah Ramadan, seperti puasa, sahur, berbuka dan shalat berjamaah. Anak-anak juga dibimbing untuk menerapkan DaQu Method, seperti tahajud, dhuha dan tahfidzul Qur'an.

Materi agama, seperti aqidah, hadits, dan sirah tak tertinggal diberikan. Selain itu, diberikan pula motivasi, baik melalui para pengasuh, motivator, maupun Mobile Qur'an yang sempat melakukan aksi dan menghibur mereka di sana.

Rinaldi Sikumbang, motivator Pesantren Holiday kali ini, memberikan motivasi kepada anak-anak agar selalu mencintai dan berbakti kepada orang tua.

Alhamdulillah, anak-anak nampak antusias mengikuti seluruh program yang telah diagendakan. Begitu halnya, dengan para wali santri Pesantren Holiday

Belum saja berakhir, para wali santri sudah bertanya-tanya kapan kegiatan serupa akan diadakan kembali.

“Belum selesai acara ini dilaksanakan, para orang tua sudah menanyakan kapan akan diadakan lagi. Apakah di semester satu mendatang akan ada kegiatan serupa atau tidak, pertanyaan-pertanyaan serupa kerap datang,” ungkap asatidz pembimbing, Oman Abdul Rahman.

Bukan tanpa tujuan yang pasti agenda ini dilaksanakan. Seperti yang diungkapkan Pengasuh SD Idaad Shigor, KH Muhajirin Abdul Qadir. "Putra-putri Indonesia yang mayoritas masih duduk dibangku Sekolah Dasar, sudah seharusnya dididik untuk mandiri,"ujar KH Muhajirin.

Jika perlu, lanjut ia, sejak sedini mungkin, anak-anak dididik untuk mengenal atau hidup dalam lingkungan yang semestinya mereka jalani.

Dari  tahajud dan dhuha berjama'ahnya, serta membaca al qur'an. Tapi, tetap  tidak menghilangkan dunia mereka sebagai anak anak.

“Kami berharap, untuk selanjutnya bisa menampung lebih banyak anak lagi dengan fasilitas yang lebih memadai dan waktu yang lebih lama. Sehingga, anak-anak bisa merasakan sesuatu yang berbeda dari kehidupan mereka di rumah,” tutupnya