Sunday, 5 June 2016

Untuk Menyambung Hidup Janda ini, Upahan Panjat Pinang

Bireuen, PenaOne - Siti Hajar warga Gampong Mampree Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen salah seorang janda  anak 2 dan juga memgemban tanggung jawab merawat 3 keluarga (ibundanya, Wa Nu yang sudah renta serta keluarga kakaknya yang mengalami masalah kejiwaan) harus menekuni pemanjat pohon pinang untuk menyambung hidup.
Siti, sehari hari bekerja sebagai pemanjat pohon Pinang, sebuah profesi unik dan sulit untuk seorang wanita. Sehari hari Siti mampu, memanjat 60 batang pohon Pinang dengan upah Rp 1.500.- sampai Rp 2.000 per pohonnya.

Selain Siti jadi pemanjat pohon pinang, ibundanya (Wak Nu) juga menggeluti pekerjaan musiman, yaitu bila hari motong wak Nu mencari sedekah daging, kami mau beli daging tak punya uang, ' besok pagi rencana mau minta sedekah sama orang penjual daging di pasar Matang Geulumpang Dua, 'ujar wak Nu lirih.
Sementara Kak Ru lain lagi ceritanya, beliau dan suami mengalami masalah kejiwaan, punya satu anak dan tinggal dirumah yang tidak layak huni. Hidupnya bergantung sama Siti Hajar sang pemanjat Pinang.(Mar/Has)