Wednesday, 22 June 2016

Wantim MUI Bahas Soal Strategis Kebudayaan Umat Islam Indonesia



Jakarta, PenaOne - Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menggelar Rapat Pleno. Kali ini, Wantim MUI coba mencari langkah menanggulangi kerusakan budaya.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof Dr Din Syamsuddin menegaskan, umat Islam harus memiliki langkah strategis dan sebisa mungkin taktis, terkait penanggulangan kerusakan budaya.

Hal itu dikarenakan langkah-langkah tersebut, nantinya bisa jadi satu-satunya aspek yang dapat menyelamatkan kerusakan budaya bangsa Indonesia.

"Kita harus mencari solusi yang bisa dilakukan, baik bagi ormas-ormas Islam maupun umat secara individu," ungkap Din Syamsuddin, Jakarta, Rabu (22/6/16).

Dengan demikian, untuk menjadi muslim yang baik umat islam tidak harus mencampakkan, mengharamkan apalagi menghancurkan warisan budaya yang bertumbuh atau tercipta di lingkungan sicial masing-masing, baik yang lunak maupun keras yang berupa nilai (values) tatanan soscial maupun benda-benda budaya yang bersifat fisik seperti candi, monument-monument dan lain sebagainya.

Perspektif islam tentang budaya, kebudayaan ini penting untuk ditegaskan dan diteguhkan dengan serius mengingat belakangan ini melihat "gelombang sentiment keislaman," yang hendak menghancur leburkan segala sesuatu (khususnya peninggalan - peninggalan sejarah yang tak ternilai harganya) sebagaimana dipertunjukan oleh gelombang keIslama garis super keras di timur tengah belakangan ini.