Thursday, 21 July 2016

Pengangkatan Tenaga Kontrak RS Cut Mutia Diduga Bermasalah


Lhokseumawe, Penaone– Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara, yang saat ini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) terletak di Jalan Lintas Medan – Banda Aceh memiliki tenaga kerja ratusan orang, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), honorer, maupun tenaga bakti 21/8/2016.

Terkait rekrutmen tenaga kontrak di rumah sakit tersebut, belum lama ini Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani oleh bupati setempat, yang berisi tentang mknjupengangkatan tenaga kontrak di lingkungan Lembaga Teknis Kabupaten Aceh Utara.

Didalam SK tertanggal 1 April 2016 itu, tercantum beberapa nama tenaga kontrak yang notabene belum lama bekerja secara sukarela di rumah sakit tersebut, hal itu dikatakan oleh salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, pengangkatan tenaga kontrak tersebut, menimbulkan kejanggalan, karena selama ini ada tenaga kerja sukarela yang telah mengabdi bertahun-tahun, tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk diangkat menjadi tenaga kontrak.

Ia menyebutkan, selama ini di RS Cut Meutia masih banyak tenaga kerja sukarela yang telah mengabdi dalam waktu lama, namun pihak rumah sakit malah mengusulkan nama-nama yang belum lama mengabdi, untuk di SK kan sebagai tenaga kontrak.

Dari temuan media ini, diantara tenaga kontrak yang diangkat tersebut terdapat nama-nama keluarga pejabat rumah sakit, yang dinilai belum pantas untuk diangkat sebagai tenaga kontrak karena belum lama mengabdi. Selain itu juga terdapat beberapa nama lainnya yang memiliki hubungan keluarga dengan pejabat teras Pemkab Aceh Utara.

“Masih banyak tenaga sukarela yang telah lama mengabdi dan lebih pantas untuk di angkat menjadi tenaga kontrak, dibandingkan mereka yang belum lama menjadi tenaga sukarela,” ujar sumber tersebut.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha RS Cut Meutia, Saiful, saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Kamis, 21 Juli 2016, meminta wartawan untuk menanyakan langsung pada wakil direktur Rs Cut mutia, Sumarni Skm, namun saat di jumpai di Rs cut Mutia, Sumarni enggan memberi komfirmasi malah mengarahkan wartawan untuk menjumpai kabag tata usaha yang sekaligus menjabat sebagai humas Rs Cut Mutia(saipul).

Sementara Sipul saat di hubungi kembali via telpon Saipul tidak mau menanggapi dengan dalih beliau harus komfirmasi Dirut dan Wadir, karena Saipul baru berapa bulan bertugas di rumah sakit tersebut, pungkas nya


Penulis : Hasanuddin