Tuesday, 26 July 2016

Tak Kunjung Selesai Kasus Pembunuhan Anaknya, Keluarga Gugat Polri


Pariaman, PenaOne - Aftoni Afdal (46) orang tua korban pembunuhan sadis Aditya (14) pada Minggu  (4/10/15) lalu di Jln. Sentot Ali Basa Kel. Jati Hilir Kec. Pariaman Tengah, menyayangkan proses hukum kasus pembunuhan anaknya belum juga terungkap.

Dengan didampingi kuasa hukumnya Adri Suryadi, SH dalam press conference mengungkapkan bahwa pihak kepolisian hingga saat ini belum bisa mengungkap siapa pelaku yang tega menghilangkan nyawa anaknya itu.

Kuasa hukum korban Adri Suryadi SH mengatakan, bahwa dasar keluarga korban melakukan press conference karena sudah lamanya kasus pembunuhan Aditya Novali Rizki, hingga sekarang pihak kepolisian belum bisa mengungkap pelaku padahal keluarga korban sangat koperatif dan proaktif terhadap penyidik.

" Sudah 9 bulan kasus pembunuhan ini telah berlalu namun sampai saat sekarang pihak kepolisian belum juga menemukan titik terang siapa tersangka pembunuh dari anak klien kami dan ini juga bukanlah kasus pembunuhan keji dan sadis pertama yang terjadi di wilayah hukum Polres Pariaman, namun sudah ada 5 kasus pembunuhan sebelumnya dari tahun 2001, tetapi sampai saat ini pihak kepolisian belum juga bisa mengungkap siapa para pelakunya. Untuk itu perlu kita kaji kembali kinerja para pihak kepolisian sejauh mana keseriusan mereka menangani kasus pembunuhan tersebut," tangkas Adri mengulas pembicaraan.


Lebihlanjut ia mengatakan apabila sikap yang diambil keluarga korban pembunuhan khususnya Aftoni Afdal orang tua Alm. Aditya dengan melakukan jumpa pers tidak di respon atau tidak ada progres dari pihak kepolisian, maka melalui kuasa hukum mengatasnamakan masyarakat Pariaman mereka akan melakukan klas action menggugat pemerintahan RI khususnya Polri.

"Pada tgl 23 Juli 2006 an, Law Office Advocate/Legal Consultant Adri Suryadi, SH dan Associates telah melayangkan surat ke Kapolda Sumbar dengan perihal Mohon Evaluasi Kinerja dan Penyelesaian Perkara atas kasus pembunuhan yang telah terjadi, ditembuskan juga pada Polres Pariaman yang intinya jika tidak ada juga langkah nyata dari pihak kepolisian, terhitung 15 hari dari sekarang maka kita akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Pariaman," pungkas Adri mengutarakan pernyataan sikapnya selaku kuasa hukum.

Jawaban pihak kepolisian

"Dari awal kejadian kita telah melakukan proses penyidikan dan penyelidikan diantaranya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi, kemudian mengecek ke Lab. Medan temuan darah baik darah korban maupun darah kering lain yang ditemukan di halaman samping rumah korban ternyata darah kering tersebut bukan milik korban, seterusnya kita juga membawa sidik jari pembanding ke Lab. Jakarta sebanyak 4 sidik jari tetapi belum menemukan sidik jari pembanding dari tersangka, selanjutnya kita telah membawa nomor telpon (Hp korban yang hilang) ke Grapari, memang sudah ada temuan, ada di buah percakapan di telp itu. sebelum korban meninggal, dan sudah diteruskan pada tahap rangkaian penyelidikan, dan kita tentunya terus berupaya mengungkap kasus pembunuhan ini," papar Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldi SI.K MM di hadapan para wartawan.

Ia mengakui, bahwa pengungkapan kasus pembunuhan terhadap korban Aditya Novali Rizki memakan waktu lama. "Ya karena kita terkendala dalam pengungkapan kasus tersebut atas beberapa hal, pertama saksi-saksi tidak ada yang melihat ataupun menyaksikan pembunuhan di TKP, kemudian tidak ada juga hasil otopsi karena ketika itu keluarga korban tidak berkenan mayat alm. Aditya untuk di otopsi. Namun bagi kita tidaklah menjadikan hal tersebut sebagai halangan dan rangkaian penyelidikan akan terus berjalan," ulas nya.

Kapolres menambahkan, tidak ada alasan mencurigai siapapun tanpa bukti yang lengkap dan belum ada yang menjurus ke arah tersangka.

"Karena dari saksi-saksi ahlipun yang diperiksa baik itu sampel darah, Hp serta sidik jari belum ada yang mengarah kepada orang yang dicurigai sebagai tersangka. Mudah-mudahan dengan adanya Advokat tersebut bisa membantu pihak kepolisian, apabila ditemukannya bukti-bukti ataupun petunjuk yang bisa diinformasikan serta kerjasama yang baik dengan Polri," tutup Ricko.

Sebelumnya pada 04-10-2015 tahun lalu, Aditya Novali Rizki (14), bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sebuah sekolah di Kota Pariaman ditemukan tewas bersimbah darah di Rumah Toko lantai dua. Belakangan diketahui ia juga merupakan kerabat Walikota Pariaman.

Sumber: MinangkabauNews