Monday, 29 August 2016

Akibat Kendaraan Proyek Jalan Desa Rusak, Intansi Terkait Diminta Ambil Tindakan Tegas


Aceh Timur, PenaOne - Ketua Forum Keuchik Kecamatan Indra Makmu, Murthada meminta agar Dishub kabupaten Aceh Timur tidak mengeluarkan izin dispensasi penggunaan jalan Kabupaten Khususnya pada lintasan Alue Ie Mirah – Julok, terhadap angkutan yang melebihi tonase sebelum adanya pernyataan tanggung jawab pembangunan jalan Kabupaten maupun jalan desa yang rusak akibat dari aktifitas kendaraan pengangkut alat berat.

“Saya minta Dinas perhubungan Aceh Timur dan Intansi Pemerintah tegas untuk mengambil tindakan, sebelum menimbulkan resiko sosial yang diterima masyaratak dan daerah, " ujar Keuchik Jambo Lubok.

Murthada mencontohkan 4 unit jembatan besi yang di bangun pihak perusahaan dianggap menggangu kenyamanan penguna jalan umum, karenan desain kontruksi jembatan hanya mengakomodir kepentingan perusahaan semata.

Murtala mengungkap sebelumnya permasalahan jembatan tersebut sudah pernah dikeluhkan kepada kepala kontruksi perusahaan JEC namun hingga saat ini belum ada tanggapan, dan kegiatan perusahaan yang menggunakan jalan umum tanpa izin.

"Jika nantinya berakibat terganggunya fungsi jalan untuk kepentingan lalu lintas umum, perusahaan tersebut dapat di jerat Pasal 63 ayat 1dan 2 UU No.38 Tahun 2004 Tentang Jalan  dan Pasal 274 ayat 1 UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," ungkapnya.

Sementara itu Dinas Perhubunagan Aceh Timur melalui Kabit Darat, Zulkifli,  saat di komfirmasi melalui telphone genggam, membenarkan pihak perusahaan PT MEDCO belum pernah mengurim surat Permohonan izin pengunaan kepada dinas Perhubungan untuk menggunan jalan pemerintah.

Zulkifli juga menambahkan Dinas Perhubungan Aceh Timur sudah mengirim surat  untuk semua Camat yang bertagas di setiap Kecamatan di Pemerintahan Aceh Timur guna mengawasi setiap pengunan agar semua sarana pemerintah yang sudah di bangun tetap terjaga dan tidak cepat hancur.


Penulis: Hasanuddin Aceh