Wednesday, 17 August 2016

Diduga Dokter Kerja Paruh Waktu, Pelayanan RSUD Aceh Tamiang Tidak Maksimal


Aceh Tamiang, PenaOne - Diduga Doker banyak praktek luar, Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang terindikasi tidak maksimal.

Hal itu dialami salah seorang pasien yang diserang gejala penyakit demam berdarah (DBD) Irma Sari (39thn) warga kabupaten Aceh Taming.

Menurut Zulfadli Idris (42) suami pasien, saat membawa isterinya berobat, Selasa (16/8/2016) pada media ini, menyebutkan, 'setelah mendapatkan surat rujukan dari Puskesmas Upah, Kecamatan Bendahara, sekira pukul 10.00 WIB dirinya membawa isteri, Irma Sari (39) yang terindikasi gejala DBD untuk berobat ke RSUD Aceh Tamiang.

Sesampainya di rumah sakit, kata Zulfadli, isterinya diperiksa di Poli Penyakit Dalam oleh dr. Syahbuddin, lalu dilanjutkan pemeriksaan darah ke Laboratorium. "Sekira pukul 12.00 WIB, keluar hasil pemeriksaan darah isterinya dari Laboratorium yang menjelaskan bahwa Trombosit serta Lecocyte sangat rendah, dan dibutuhkan perawatan secara intensive," terang Zulfadli.

Lebih lanjut menambahkan, setelah keluar hasil pemeriksaan dari Laboratorium dirinya berharap bisa konsultasi ulang dengan dr. Syahbuddin untuk perawatan isterinya secara intensive, namun menurut keterangan pihak perawat bahwa Dr. Syahbuddin hanya masuk kerja setengah hari saja.

Masih menurut Zulfadli, pihak perawat di Poli Penyakit Dalam menghimbau  agar isterinya kembali saja ke rumah dan disuruh banyak istirahat dan minum air putih. Dan perawat. Juga menyampaikan, jika perlu isterinya perlu obat disuruh balik lagi hari Kamis (18/8/2016) mendatang, 'terang Zulfadli.

Karena menganggap pelayanan di RSUD Aceh Tamiang tidak memuaskan, saya segera membawa isteri, berobat ke RSUD Langsa dan Alhamduliilah saat ini sudah mendapat perawatan secara baik, 'pungkas Zulfadli.

Sementara Direktur RSUD Aceh Tamiang, Ibnu Hajar, SKM, saat dikonfirmasi, dirinya memohon ma'af dan menjelaskan bahwa sedang mengkonfirmasi pihak dokter serta perawat di Poli Penyakit Dalam.(Muhammad Abubakar)