Monday, 29 August 2016

Mobil Pengangkut Matrial dan Alat Berat PT Metco Mengancam Kerusakan Jalan Alue Mirah


Aceh timur PenaOne - Arus pengangkutan alat berat pada proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) di lapangan Blok A Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur belum memiliki izin dari Dinas Perhubungan  Setempat, Minggu 28 Agustus 2016

Masyarakat mendesak Dinas Perhubunga dan SATLANTAS POLRES Pemkab Aceh Timur. untuk melakukan penertiban dan pengawasan terhadap kendaraan besar pengangkut alat berat yang yang di duga belum memikliki izin dan mubil yang melitas juga bermuatan melebihi tonase.

Hal tersebut untuk menjaga bangunan jalan atau jembatan tidak cepat rusak, karena rata-rata kekuatan jalan umum hanya 8 Ton khususnya pada Lintasan Jalan Kuta Binje – AlueIe Mirah.

Salah satu warga Indra Makmu kepada wartawan PenaOne mengungkapkan sudah sejak 30 Maret 2016 Proyek Rekayasa Pengadaan dan Kontruksi/EPC, pengembangan lapangan Gas Blok A telah di mulai sehingga dapat dipastikan lalu lalang kendaraan pengangkut alat berat dan bahan material lainnya semakin meningkat, dan sangat berpotensi mempercepat kerusakan Fasilitas umum tersebut.

Nuraki juga meminta kepada PT. MEDCO E&P (Operator Blok A) dan pihak JEC (Contraktor pemegang tender EPC) yang di duga belum mengantongi izin penggunaan jalan umum, untuk segera  ajukan permohonan dispensasi penggunaan jalan yang memerlukan perlakuan khusus, sesuai Permen PU No.20 Tahun 2010 sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab perusahaan terhadap fasilitas umum melalui peningkatan kontruksi kemampuan jalan dan jembatan sesuai dengan rute yang akan dilalui.

Naruki juga menambahkan bala pengguna jalan sudah mengantongi izin dari pemerintah, dampak kerusakan lingkungan  daerah khususnya warga lingkar tambang tidak menanggung dampak negatif dikemudian hari.


Penulis : Hasanuddin