Wednesday, 31 August 2016

Panen Raya Daqu Agrotechno Segera Tiba


Jakarta, PenaOne - Daqu Agrotechno akan kembali melaksanakan panen rayanya Desember mendatang. Hal itu diungkapkan langsung oleh Muad Asegab (30), Direktur Utama Daqu Agrotechno.

"Panen kali ini bertajuk 'Selamatkan Generasi Pertanian Indonesia'. InsyaAllah, akan kami gelar pula launching sekolah pemuda tani, sekaligus membuka pesantren takhasus, " ucapnya.

Sekolah ini memberikan pembinaan kepada kaula muda agar menjadi wirausahawan di bidang pertanian, serta mempunyai akhlak yang mulia. Sedangkan program takhasus, akan membina 20 santri ikhwan dengan 2 ustadz pembimbing, yang berlokasi di Daqu Agrotechno Training Center sendiri.

Alhamdulillah, selain itu hadir pula program yang aktif berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Sebut saja, program pertanian terpadu yang mendorong keterampilan dalam pengelolaan usaha tani. Tak hanya mandiri, melainkan memiliki nilai-nilai sosial, kesehatan dan perbaikan lingkungan sekitar.

Kemudian, program peternakan berbasis lingkungan. Suatu program yang mengupayakan menambah pendapatan petani melalui kegiatan usaha ternak komunitas. Dengan memanfaatkan alam yang ada sekitar, seperti pupuk organik dari kotoran ternak.

Tak tertinggal, ia menerangkan, program yang memperhatikan kesehatan masyarakat, melalui program Perbaikan Gizi Keluarga Dhuafa. Sebuah kegiatan yang menyalurkan hasil beras yang sehat kepada keluarga-keluarga yang mengalami gizi buruk ataupun masyarakat yang terbiasa mengkonsumsi Raskin.

Lelaki kelahiran Jawa Timur itu menyampaikan, dengan melihat fenomena penurunan fungsi lahan pertanian yang beralih menjadi pemukiman padat penduduk, ruko-ruko, dan bangunan lainnya ini.Ia mencoba membuat gerakan yang memeberi edukasi kepada masyarakat tentang sektor pertanian.

Sebagaimana yang telah diketahui, panen raya bertujuan untuk mensosialisasikan hasil pertanian, yang berasal dari bantuan para donatur PPPA Daarul Qur'an.

"InsyaAllah, kali ini kami akan memanen padi organik, berbagai macam sayuran, seperti pakcoy, kubis, sawi dan lainnya," terangnya.

Sebagian besar hasil panen dialokasikan untuk kebutuhan santri di Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an. Namun diluar itu, mereka juga menjual beras dalam kemasan 5kg dengan sistem retail. Adapun sisi menarik dari tahap penanam bibit hingga panen tiba. Yakni, para petani selalu mengiringinya dengan basmallah, sholawat, doa dan tak lupa sholat Dhuha.

"Rata-rata petani kami adalah wargra sekitar yang tergolong kaum dhu'afa.Hampir seluruh petani ini berusia di atas 40 tahun.Namun, mereka adalah orang-orang yang mau berkomitmen melaksanakan Daqu Method," imbuhnya.