Tuesday, 16 August 2016

Terima Kasih dari Masyarakat Sungai Mandau untuk PLN


Penantian 71 Tahun

71 tahun penantian yang panjang
Mengengkol mesin listrik pun terang
Kayu ditebang dibuat pancang
Tak peduli orang kedai marah karena minyak berhutang
Agar anak dan istri hatinya senang

Duduk besilo tetangga pun datang
Menonton TV gembira bukan kepalang
71 tahun kami terbayang
Bilolah PLN masuk, kampung kami pun terang

Tuan Dt. Setia Amanah pemimpin terbilang
Kami ucapkan terima kasih bapak berjuang
Kini kampung kampung kami pun sudah terang

Tuan-tuan PLN kami masih terkenang
Sedao kami yang jauh seperti TI Kabung dan Bakung Begendang

Bencah Umbai, Tasik Betung, Lubuk Umbut dan Teluk Lancang


Puisi diatas merupakan tanda terima kasih masyarakat Sungai Mandau kepada PLN yang telah mengaliri listrik daerah tersebut. Puisi tersebut dibacakan oleh Camat Sungai Mandau, Irwan Kurniawan pada saat Peresmian Jaringan Listrik di Kecamatan Sungai Mandau. (15/08)

Sungai Mandau merupakan salah kecamatan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Masyarakat disana masih menggunakan genset dalam menggunakan listrik. Namun, pada peresmian hari ini,  masyarakat disana berbahagia karena desa tersebut telah dialiri listrik.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si, General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Feby Joko Priharto beserta stafnya, Perwakilan Anggota DPRD Perawang dan Masyarakat Desa Sungai Mandau.

Sebelum adanya pasokan listrik, masyarakat disana sering mengeluh kepada Bupati Siak untuk dapat dialiri listrik. Maka, Bupati bertemu dengan General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau sekitar 2 bulan yang lalu untuk mengaliri listrik di desa Sungai Mandau. Feby pun berjanji sebelum HUT RI kecamatan Sungai Mandau sudah bisa dialiri listrik.

“Pada 2 bulan yang lalu kami membicarakan untuk mengaliri listrik di desa ini, dan saya mengucapkan terima kasih terhadap PLN atas pelayanannya yang begitu cepat dalam melayani keinginan masyarakat di desa Sungai Mandau,” Kata Syamsuar.

Selama ini masyarakat desa sungai mandau hanya menggunakan listrik dari genset. Tapi, hal tersebut jaringan listrik tersebut hanya hidup pada pukul 18.00 WIB hingga dan padam pukul 05.30 WIB. Salah satu warga desa Sungai Mandau, Nabsuandi mengatakan, penggunaan genset untuk mendapatkan pasokan listrik membebani keuangannya. Sebab diperkirakan dalam satu bulan menghabiskan dana minimal Rp 700 ribu untuk membeli BBM untuk kebutuhan listrik.

Nabsuandi mengaku bersyukur dengan adanya aliran listrik di kampung mereka. Beban ekonomi untuk biaya genset jelas jauh berkurang. Di samping itu, dia yakin dengan masuknya PLN bisa menambah perekonomian masyarakat.

"Alhamdulilah, listrik PLN sudah masuk kampung kami. Anak-anak kami bisa belajar malam hari, bisa menikmati listrik tanpa batas lagi. Rasanya seperti mimpi saja," kata Nabsuandi.

PT PLN (Persero) sebagai BUMN memiliki komitmen menyediakan ketenagalistrikkan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Usaha ini tidaklah bisa dilaksanakan tanpa ada dukungan dari seluruh pihak baik masyarakat dan pemerintah.

Dalam sambutan General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Feby Joko Priharto, mengucapkan terima kasih terhadap seluruh pihak yang membantu usaha PLN dalam menerangi kecamatan Sungai Mandau.

Beliau juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama dengan  PLN  dapat membantu usaha ketenagalistrikkan yang ada di Provinsi Riau. Dengan cara mau merelakan dan membebaskan tanahnya bagi tanah warga yang terkena titik lokasi pembangunan tapak-tapak tower dan dilalui jaringan kabel listrik.

Selain itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk dapat menjaga aset-aset PLN yang ada disekitar kita.

“PLN telah menginvestasikan 9,1 miliar untuk membangun jaringan listrik di desa Sungai Mandau, jadi bersama-sama marilah kita jaga aset ini dengan baik,” imbau Feby.