Sunday, 25 September 2016

Kisah Sedih Pensiunan PT.Pos Indonesia Jadi Penarik Betor


Langsa, PenaOne.com - Berbicara merdeka semua rakyat didunia menginginkan hal itu, namun kemerdekaan Indonesia yang hampir mencapai satu abad tidak pernah di nikmati oleh rakyatnya, hal itulah yang di alami oleh para pensiunan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Aceh begitu juga di daerah lain di Negeri ini.

Seperti dialami Jamiran (51tahun) warga Gampoeng Paya Bujok Seulemak kecamatam Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh. Pria ini harus bergelut dengan teriknya mata hari jadi penarik becak untuk menutupi kebutuhan keluarga.

Pada media ini Minggu (25/9) Jamiran bapak tiga anak ini harus menarik becak bermotor untuk kebutuhan sehari hari, gaji pensiunnya hanya Rp 680.600 perbulan tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup, apa lagi untuk biaya pendidikan anaknya yang masih SMA dan SMP, akibatnya satu anaknya harus berhenti kuliah karena tidak sanggup membiayainya.

Suami dari Ainul Mardiah (46tahun) ini mulai bekerja di kantor PT.Pos Indonesia cabang Langsa sejak tahun 1984 dan pensiun pada Februari 2016 dengan pangkat/golongan III-C, saat ini meminta perhatian pemerintah, kementerian BUMN dan pimpinan PT. Pos Indonesia untuk mencari solusi, bagi pensiunan yang hidupnya di bawah garis kemiskinan.

Lebih lanjut menambahkan, para pensiunan PT. Pos Indonesia saat ini hidupnya sangat memprihatinkan, bahkan berdasarkan slib gaji yang di dapat media ini para pensiunan BUMN tersebut ada yang di bayar Rp 192.100, setelah di potong Rp 27.000 dengan rincian untuk iuran kop. peg Rp 20.000, iuran angg PPPOS Rp 1.500, dana sumbangsih Rp 3.500, dana kematian Rp 2.000.

Jamiran sangat berharap para pimpinan PT. Pos Indonesia dapat mengambil kebijakan, serta mencari solusi untuk meningkatkan taraf hidup para pensiunan.


Penulis: Muhammad Abubakar