Monday, 17 October 2016

Kementerian BUMN Diminta Bayar Gaji Pensiunan Pt.Pos Sekaligus


ACEH, PenaOne - Berbicara merdeka semua rakyat didunia menginginkan hal itu, namun kemerdekaan indonesia yang hampir mencapai satu abad tidak pernah di nikmati oleh rakyatnya, hal itulah yang di alami oleh para pensiunan PT.POS dan GIRO Indonesia salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Aceh begitu juga didaerah lain di Negeri ini.

Seperti dialami Jamiran ( 51 tahun ) warga Gampoeng Paya Bujok Seulemak kecamatam Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh. Pria ini harus bergelut dengan teriknya mata hari jadi penarik becak untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga setelah pensiun.

Pada Senin, 17 Oktober 2016 Jamiran bapak tiga anak ini, menuturkan untuk menutupi kebutuhan hidup dirinya harus menarik becak bermotor, karena gaji pensiunnya cuma Rp 680.600 perbulan tidak mencukupi, untuk kebutuhan di tambah lagi biaya pendidikan anaknya yang masih SMA dan SMP.

Mirisnya lagi, satu anaknya harus berhenti kuliah karena tidak sanggup membiayainya. Suami dari Ainul Mardiah ini sudah mulai bekerja di PT Pos & Giro Indonesia cabang Langsa sejak tahun 1984, selama 27 tahun terakhir sebagai kepala kantor pos kecamatan Simpang Ulim kabupaten Aceh Timur, Aceh dan pensiun pada Februari 2016 dengan pangkat / golongan III-C.

"Saat ini Jamiran mewakili teman temannya meminta perhatian pemerintah, kementerian BUMN dan pimpinan PT. Pos Indonesia untuk mencari solusi bagi pensiunan yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Lebih lanjut menambahkan, para pensiunan PT. Pos Indonesia saat ini hidupnya sangat memprihatinkan, bahkan berdasarkan slip gaji yang di dapatkan pewarta PenaOne.com, para pensiunan BUMN tersebut ada yang digaji dibawah dua ratus ribuan.

"Lebih lanjut Jamiran menambahkan, dirinya bersama sejumlah pensiunan lainnya pernah menyurati Presiden Republik Indonesia, Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Dirut PT POS Indonesia, namun tidak ada jawaban kecuali dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang ada tanggapannya.

Dalam surat yang di terima Jamiran dengan No:004/2129/SJ Kemendagri mengapresiasi upaya yang dilakukan para pensiunan PT. POS (Persero) Indonesia dalam upaya menuntut penambahan gaji pensiun dan mereka minta gajinya dibayar sekaligus, karena lebih bisa digunakan untuk modal usaha, 'sebut Jamiran.

Jamiran, sangat menyayangkan kementerian BUMN, dan Dirut PT.POS Indonesia yang tidak pernah merespon keluhan mereka. "Perjuangan kami sudah bertahun lamanya tapi belum ada respon apapun dari pihak BUMN maupun PT POS Indonesia. Perjuangannya untuk memperjuangkan nasip para pensiunan sudah saya lakukan semasa masih dinas sebagai kepala cabang pt pos dulu, namun, saya selalu mendapat tekanan dari atasan, 'ujar Jamiran.

"Pt.Pos Indonesia tidak pernah menghargai jasa kami, mereka tidak memiliki rasa kanusiaan, dengan keadaan perkembangan perekonomian saat ini, seperti Anwar dengan gaji Rp 194.100 perbulan apa yang bisa di buat, Maridawati Rp 628.200, Nurhayati Rp 648.700, dan saya sendiri selama 27 tahun jadi kepala kantor dengan golongan III/C cuma dapat pensiun Rp 680.000, hidup kami jauh di bawah garis kemiakinan, kami sangat berharap pemerintah dan Kementerian BUMN dapat mencari solusi, agar Pt.Pos Indonesia dapat membayar sekaligus gaji kami para penaiunan, 'pinta Jamiran.(Muhammad Abubakar)

Jamiran (51) mantan kepala kantor Pos kecamatan Simpang Ulim kabupaten Aceh Timur, Aceh kini mangkal di depan kantor Pos cabang Langsa demi mengais Rupiah.


Penulis: Muhammad Abubakar