Friday, 28 October 2016

LSM Minta Kasus Pembunuhan Jhonny Sembiring Dituntaskan


Foto Jhonny Farel Sembiring (kanan) dan Efendi Sianipar (kanan)

Jakarta, PenaOne - Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Government Againt Corruption and Discrimination (GACD) Andar Situmorang meminta pemerintah menuntaskan dan membuka ke publik kasus pembunuhan Jhonny Farel Sembiring tahun 1994 lalu.

"Kasus itu sudah 22 tahun berlalu. Namun, hingga kini Kepolisian belum bisa menangkap pelaku dan belum mengetahui siapa dalang dibalik kematian Jhonny," kata Andar kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/10/2016).

Dijelaskan Andar, sampai kapanpun kami akan meminta penjelasan kepada pemerintah atas kematian aktivis Munir Bin Thalib dan Jhonny Farel Sembiring.

Andar mengaku, saat ini sudah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan seluruh Pimpinan DPR RI yang sesuai poksinya untuk mempertanyakan kematian kedua orang tersebut kepada pemerintah.

"Bahwa tanpa maksud penuntutan sesuai ketentuan ayat 4 pasal 78 KUHP kami sebagai warga negara Indonesia selama 22 tahun sejak tanggal 19 Agustus 1994 sudah menunggu. Kami ingin meminta bukti dan menagih janji pemerintah Cq Kapolri Cq Deputi Operasi Kapolri Mayjen Pol Kusparmono Irsan dan Kapolda Metro Jaya Mayjen Pol M Hindarto yang menyatakan sudah mengetahui indentitas pelaku dan dalam waktu dekat akan dilakukan penangkapan dan diumumkan ke masyarakat siapa pembunuh Jhonny Farel Sembiring," jelas Andar.

Dalam kasus kematian Jhonny Farel Sembiring,  Andar menduga, pembunuhan itu murni berkaitan dengan surat kuasa yang diberikan Effendi Sianipar yang berdomisili di Jalan Mundo I/I Pulo Asem, Jakarta Timur kepada Jhonny untuk menagih kewajiban saat melakukan pembangunan di Perumahan Aneka Elok, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.


"Seminggu sebelum terjadinya kasus pembunuhan itu almarhum Jhonny mengaku ditelepon oleh seseorang yang mengaku berpangkat Jenderal. Dalam telepon itu Jhonny mengaku diintimidasi. Lantas, dia (Jhony-red) menceritakan intimidasi tersebut kepada saya, Effendi Sianipar dan teman-teman lainnya," tegas Andar.

Sehari sebelum mayat Jhonny ditemukan dalam keadaan mengenaskan di Bogor, Jawa Barat. Jhonny dan supirnya sore itu sedang berada di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Kemudian, Jhonny didatangi oleh beberapa orang. Lantas, Jhonny dan supirnya dipaksa masuk kedalam mobil.

"Sehari setelah kejadian itu, tubuh Jhonny ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan di Desa Simarasa, Kecamatan Cariu, Bogor pada 19 Agustus 1994," demikian Andar Situmorang menjelaskan.

Sampai berita ini diturunkan Redaksi berusaha menghubungi Effendi Sianipar yang kini duduk sebagai anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) periode 2014-2019 untuk meminta keberimbangan berita.




Penulis: Dwitanto