Friday, 21 October 2016

Pak Jokowi, Susah Banget Kau Ditemui!


Solo, PenaOne - Tidak mudah bisa menemui pemimpin di negeri ini. Masyarakat yang mengenal Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebagai "ahlinya" blusukan ternyata tidak gampang ditemui rakyat jelata.

Sebagai Presiden, kesibukan mantan Walikota Surakarta ini memang sangat padat. Ditambah lagi, pengamanan Presiden dan birokrasi di Istana tidak mudah ditembus oleh sembarangan orang.

"Sepekan setelah Jokowi dilantik sebagai Presiden kita pernah mengirimkan surat permohonan ke Istana agar bisa bertemu dengannya. Namun, sampai sekarang tidak ada respon dari Istana. Makanya, kami memilih untuk mengontrak rumah yang hanya berjarak 200 meter dari rumah Jokowi ini sebagai posko perjuangan," kata salah satu pengurus pusat Himpunan Masyarakat Adat Pulau-pulau Rempamg Galang (Himad Purelang) Yoseph Auratu Wa Apo disela-sela acara ritual Ruwatan bertajuk "Ruwatan Untuk Nagari" di Jalan Pleret Dalam IV, Kampung Gayam Sari No. 6 RT 03 RW XI, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Kamis (20/10/2016).

Dengan didirikannya posko ini sejak 6 Agustus lalu lanjut Yoseph Auratu, kami berharap akan mempermudah kami untuk bisa bertemu dengan Jokowi.

"Pekan lalu memang Jokowi pulang ke rumahnya. Kami berharap, kala itu bisa bertemu atau ditemuinya. Tapi harapan kami itu sirna ditelan bumi. Kami tidak ingin menembus barikade pengamanan presiden karena hal itu sangat tidak baik. Kami masih punya sopan santun," ujarnya.

Kami baru tahu, jika bertemu Jokowi itu tidak mudah seperti yang kami bayangkan.

"Tapi kami tidak patah arang, kita akan tetap bertahan disini sampai keinginan kami terwujud," ujarnya.

Jika bertemu Jokowi, kami hanya ingin menyampaikan uneg-uneg kenapa permohonan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang sudah kami ajukan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) sejak 2008 tak kunjung di wujudkan. Padahal, seluruh berkas persyaratan pengajuan SHM sudah kami lampirkan semua.

"Kami sebenarnya sudah capek. Tapi perjuangan ini tidak boleh berhenti. Kami akan terus berusaha agar bisa bertemu Presiden," pungkasnya sembari mengatakan jika saat ini masyarakat Batam, Kepulauan Riau (Kepri)  yang tinggal di Solo tinggal sekitar 6 orang dan akan datang lagi secara bergantian.


Penulis: Witanto