Tuesday, 8 November 2016

Aksi Bela Islam Para Laskar Juara


Jakarta, PenaOne - Ketika langit pagi yang cerah mengiringi perjalanan bapak-bapak guru menuju pusat ibu kota, para laskar juara bersiap-siap melaksanakan kegiatan: Shalat Dhuha berjamaah, doa bersama, pramuka, dan muhadhoroh. Oleh karena sebagian guru (red: Bapak guru) sedang melaksanakan aksi bela Islam, maka kegiatan sekolah dipegang penuh oleh guru perempuan (red: Ibu guru) dan 1 orang guru tahfidz.

Kegiatan muhadhoroh yang bertema Aksi Bela Islam ini diawali dengan drama teatrikal Asbabun Nuzul QS. Al Maidah: 51 - 52 oleh siswa-siswi kelas 6, Dacil oleh Ananda Najwa Maulida siswi kelas 3, musikalisasi puisi Cinta Al-Qur'an oleh Ananda Chece Kirani dkk siswi kelas 5. Selanjutnya kegiatan muhadhoroh ini diakhir dengan Orasi Aksi Bela Islam beserta penandatangan Janji Muslim Sejati SD Juara.

Dalam drama tersebut, sebagian cuplikan dialog dilakonkan dan sebagian lagi diceritakan oleh Sang Narator (karena ada keterlibatan Rasulullah SAW yang tak boleh diperankan dalam drama). Inti drama tersebut mengisahkan pengusiran Kaum Yahudi Bani Qunaiqa sebab Yahudi Bani Qunaiqa telah mengkhianati perjanjian dalam Piagam Madinah.

Usai kaum muslimin mendapatkan kemenangan dalam Perang Badar, sikap Yahudi Bani Qunaiqa makin menjadi-jadi. Mereka makin lancang, mengolok-olok, mengejek, dan mengganggu muslim yang datang ke pasar mereka. Bahkan mengganggu wanita muslimah. Padahal keberadaan Yahudi Bani Qunaiqa dilindungi atas dasar perjanjian dalam Piagam Madinah. Sikap lancang Yahudi Bani Qunaiqa terhadap seorang muslimah Arab ini menyebabkan terbunuhnya seorang muslim yang menolong muslimah tadi. Tindakan orang-orang Yahudi yang membunuh orang muslim tersebut menyebabkan kemarahan kaum muslimin sehingga terjadilah peperangan antara kaum Muslimin dengan orang-orang Yahudi Bani Qunaiqa. Dengan demikian, kaum Yahudi lah yang melanggar perjanjian yang diadakan mereka dengan Nabi SAW. Insiden ini menurut riwayat ath-Thabrani dan Al-Waqidi terjadi pada Syawal tahun ke-2 Hijriah.

Tiba-tiba datanglah sang munafik Abdullah bin Ubay bin Salul untuk mendesak supaya Rasulullah memaafkan Kaum Yahudi itu. Rasulullah SAW pun memaafkan Kaum Yahudi dengan catatan Kaum Yahudi pergi meninggalkan Madinah. Hingga akhirnya Kaum Yahudi banyak meninggal karena tertimpa bencana hebat di sebuah dusun bernama Adzara'at di Syam. Sementara itu, sikap berbeda ditunjukkan Ubadah bin Shamit, seorang muslim yang mempunyai hubungan persekutuan dengan orang Yahudi. Sehubungan dengan kedua orang i ini (Abdullah bin Ubai dan Ubadah bin Shami), Allah menurunkan QS. Al-Maidah 51 - 52.

Kegiatan Muhadhoroh ditutup dengan orasi dan penandatanganan Janii Muslim Sejati SD Juara.