Saturday, 26 November 2016

LBH Bening Tuding Bapeda Langsa Tak Punya Konsep


Langsa, PenaOne - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) menuding Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kota Langsa tidak berfungsi dan tidak punya kemampuan (Konsep) dalam perencanaan yang dapat mensejahterakan masyarakat.

"Hal tersebut di sampaikan Direktur LBH Bening Sukri Asma, Jum'at (25/11) menyikapi RAPBK yang tidak pro rakyat, kita sangat menyesalkan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Langsa, yang terkesan hannya stempel pembenaran kinerja eksekutif.

"Ia mencontohkan, beberapa waktu yang lalu perekonomian masyarakat dibidang kreatif sudah menggeliat banyak orang dari luar Kota Langsa setiap malam sabtu dan minggu sudah membelanjakan uangnya di daerah ini dengan adanya kuliner dan mainan anak-anak yang ada di seputar Lapangan Merdeka.

"Kegiatan tersebut di hangus oleh Pemko Langsa. Sehingga para pelaku kreatif tersebut kocar-kacir dan harus gulung tikar. Seharusya kegiatan yang telah berkembang itu, jangan dipaksa untuk pindah lokasi, sehingga berdampak pada meningkatnya pengangguran.

'Syukri berharap penyusunan RAPBK Langsa pihak eksekutif harus benar-benar menyerap aspirasi dan kepentingan masyarakat secara menyeluruh. Jangan sampai RAPBK yang akan disahkan tidak memberikan manfaat kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Ini komentar salah seorang anggota DPRK Langsa Syahrial Salim, SH yang juga Ketua DPC PDIP pada wartawan, Jum'at (25/11) terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (RAPBK) Langsa tahun 2017 yang diproyeksikan sebesar Rp 1.043.932.022.270, Jumat (25 /11).

Menurutnya, Bappeda hanya mampu merencanakan untuk barang dan jasa serta infrastruktur saja. Sungguh sangat di sayangkan hampir setengah Trilyun anggaran RAPBK Langsa 2017 diperuntukkan untuk barang dan jasa serta insprastruktur (proyek).

Sementara sektor pemberdayaan ekonomi kerakyatan selama dalam kurun waktu lima tahun tidak pernah terjamah, seperti sektor perikanan, pertanian dan lainnya. Padahal lahan yang ada di Langsa begitu kecil, namun tidak mampu diberdayakan oleh Pemko Langsa, ucap Syahrial.

"Lebih lanjut menambahkan, lihat saja dibidang pendidikan berapa banyak siswa yang berprestasi baik dibidang agama dan pendidikan umum, tidak ada perhatian sama sekali oleh Pemerintah, padahal panyak sekali prestasi yang diraih pelajar daerah ini, baik tingkat daerah, Provinsi bahkan tingkat Nasional, 'sebut Syahrial.

"Begitu juga dengan home industri yang tidak pernah dibantu dan dibina oleh pemerintah, banyak usaha kecil di kampung-kammpung yang belum tersentuh tangan pemerintah.

"Padahal anggaran Pemko Langsa sudah sangat mencukupi untuk mensejahterakan masyarakat, asalkankan pemerintah mau dan mampu dalam mengelo anggaran, demi kemakmuran rakyat.

"Coba kita lihat hari ini hanya kepentingan barang dan jasa dan inspratuktur (proyek) demi kepentingan sekelompok orang saja yang jadi perioritas selama ini. Seharusnya, pemerintah harus bijak dalam membuat keseimbangan anggaran yang ada, untuk pembangunan insprasruktur antara pembangunan ekonomi masyarakat yang hati ini, sama sekali tidak terlihat. Karena sejumlah masyarakat Langsa tidak ada sumber lain sehingga meningkatnya angka pengangguran di Kota Langsa, ' beber Syahrial Salim.

Sementara kepala Bapeda Kota Langsa, Said Fadli, ketika dihubungi Wartawan Jumat (25/11) terkait tudingan tersebut mengatakan, dirinya masih ada kegiatan rapat dikantor, hingga berita ini ditayangkan.(Muhammad Abubakar)