Monday, 28 November 2016

Tiga Pimpro PTPN I Aktor Utama Hancurnya Proyek PPG

Pelaksana proyek PTPN I Aceh berpose untuk Dokumen perusahaan.


Aceh, PenaOne - Diduga Hancurnya Program Proyek Peumakmu Gampoeng (PPG) dari kementerian BUMN di Aceh melaluiPTPN,tidak terlepas dari tida orang pimpinan proyek yang di sebut sebut sangat bertanggung jawab dalam mengemban tugas untuk kelancaran program. Ke tiga Pimpro tersebut masing masing Husni,  Ir. Ispan Hidayat, dan Sayid Abdurrahman saat menjabat Direksi PTPN I Aceh,

"Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui sektor perkebunan PTPN I, PTPN III, dan PTPN IV telah mengalokasikan anggaran dana mencapai Rp 2,08 Triliun sampai 2014 untuk membangun kebun inti rakyat, Investasi itu untuk proyek Peumakmu Gampong yang dimulai sejak 2011 hingga 2014.

Program Peumakmu Gampong adalah program pengembangan perkebunan rakyat di wilayah Provinsi Aceh dengan pola kemitraan antara PTPN I, PTPN III, dan PTPN IV dengan masyarakat sekitar dan difasilitasi dengan Dana Program Revitalisasi Perkebunan, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang berasal dari rakyat untuk mengisi kapasitas menganggur pabrik kelapa sawit.

"Anggaran dana yang dibutuhkan sebesar Rp 2,08 triliun sampai 2014,  terdiri dari anggaran untuk pembangunan kebun kelapa sawit sebesar Rp 1,44 triliun dan anggaran untuk pembangunan kebun karet sebesar Rp 645,4 miliar.

Sebagai sumber pendanaan berasal dari Dana Revitalisasi Perkebunan, dalam pembahasannya, kerjasama PTPN I - PTPN IV, akan membangun kebun rakyat dengan komoditi karet seluas 13.000 hektar di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Barat dan kelapa sawit seluas 7.000 hektar di Aceh Utara dan Bireun.

Sedangkan untuk kerjasama pembangunan kebun rakyat komoditi kelapa sawit dengan PTPN IV, seluas 21.200 hektar di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subussalam, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan Aceh Barat.

"Dalam kerjasama tersebut, PTPN I bertugas melakukan koordinasi dengan Pemda untuk ketersedian lahan. Menyelesaikan pengurusan dokumen legalitas lahan, petani peserta, koperasi serta perizinan yang diperlukan. Kami juga melakukan studi kelayakan, sosialisasi, dan membeli hasil kebun Plasma dengan harga yang sesuai ditetapkan pemerintah.

Tugas PTPN III dan PTPN IV adalah menjadi avalis, menyediakan biaya pembangunan dan pengelolaan kebun sebelum ada realisasi kredit dari perbankan. Megurus proses perizinan terkait, kelengkapan dokumen, dan bersama PTPN I merumuskan skema alokasi pembiayaan pembangunan dan pengelolaan kebun plasma sebelum diserahkan kepada petani, peserta, atau koperasi. Seharusnya pada tahun 2011 sudah ditanam seluas 5.750 hektar yang terdiri dari kelapa sawit seluas 5.000 hektar dan karet seluas 750 hektar.

"Sementa mantan Pimpinan Proyek (Pimpro) Proyek Peumakmu Gampoeng PTPN Ir.Ispan Hidayat saat di komfirmasi wartawan Minggu (27/11) melalui Henpon Seluler ataupun whatsap nya tidak menanggapi, begitu juga dengan pesan singkat yang di kirim kepadanya tidak ada respon.(Muhammad Abubakar)