Monday, 5 December 2016

5 Oknum Polisi Diduga Manipulasi Tanah 1,7 Hektare



Jakarta, PenaOne - Lima oknum anggota Polri berpangkat Perwira dan Brigadir berinisial PG, NL, F, B dan ZE diduga memanipulasi dan memalsukan obyek tanah seluas 1,7 hektare di Bekasi, Jawa Barat.

Tanah milik Koperasi sebuah angkatan ini diduga dimanipulasi oleh kelima oknum tersebut. Hal itu terungkap dari bukti-bukti dalam gelar perkara luar biasa awal bulan ini.

Sumber kuat dari pengawasan internal Polri mengungkap,  rekayasa perkara terkait obyek tanah dulu pernah di tangani oknum pamen Polri berinisial KM bersama anak buahnya.

"Kasus itu tetap dipaksakan berlanjut sekalipun telah ditemukan fakta oleh fungsi pengawasan dan penindakan Polri berupa barang bukti dan BAP yang dipalsukan," katanya Senin (5/12/2916)

Bahkan, lanjut sumber yang minta identitasnya itu disembunyikan menyebut, berdasarkan bukti-bukti ternyata surat kuasa untuk membuat laporan (LP) dari keluarga mantan penguasa pun juga dipalsukan.

"Hingga LP yang seolah-olah mengatasnamakan koperasi angkatan itu ternyata fiktif berdasarkan hasil keputusan gugatan pengadilan perdata," ungkap sumber itu.

Dugaan rekayasa manipulasi tanah tersebut disinyalir untuk memuluskan kepentingan oknum Perwira menengah anggota TNI berinisial PI, Kepala Kantor BPN Bekasi berinisial AS dan staff nya berinisial PW, IK dan AM.

"Tidak menutup kemungkinan BPN Pusat diduga ikut bermain dalam manipulasi tanah, pengerahan sejumlah oknum polisi Polresta Bekasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Serse berinisial HR," kata dia.

Saat ini kata dia, tindakan oknum polisi dan oknum BPN Bekasi itu sudah dilaporkan secara pidana maupun pengawasan internal Polri.

"Upaya-upaya manipulasi oknum anggota polri harda Polda Metro Jaya secara sistematis dengan melibatkan instansi lain menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Apalagi Polri kini tengah menjadi sorotan dan harapan tegaknya hukum di Republik ini dan pelayanan bagi masyarakat," demikian ia menjelaskan.

Penulis: Dwitanto