Saturday, 10 December 2016

Andar Minta Saber Pungli Sikat BPN Jateng

 Andar Situmorang memasang plang diatas tanah miliknya seluas 5.390 meter di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Semarang.

Jakarta, PenaOne - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) bentukan Presiden Joko Widodo alias Jokowi diminta membersihkan pungutan liar yang terjadi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah (Jateng) khususnya di BPN Kota Semarang.

Permintaan tersebut disampaikan Andar Mangasa Situmorang yang merasa   telah "ditipu" oleh oknum BPN Kota Semarang.

Andar juga meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri Agraria/Kepala BPN RI, Kapolri dan Polda Jateng bersinergi menyikat siapapun yang terlibat pungli di BPN Jateng.

"BPN Jateng dalam hal ini BPN Kota Semarang telah melakukan pungli Rp965.000 dari yang saya. Katanya untuk melakukan pengukuran tanah. Namun, sampai detik ini tanah saya tidak pernah diukur dan dipatok," kata  Andar yang memiliki tanah seluas 5.390 meter peraegi di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Semarang saat di hubungi Sabtu, (10/12/2016).

Andar tidak mempermaslahkan nominal uanganya. Tapi telah adanya pungli itu yang ia sesalkan.

"Ini bukan masalah nominal uangnya. Ini saya memang kecil. Belajar dari yang kecil pungli tetap harus dihentikan," ujarnya.

Andar juga meminta Kepala BPN RI Sofian Djalil untuk segera menonaktifkan Kakanwil BPN Jateng.

"Pokoknya, Kakanwil BPN Jateng dan Semarang harus diberhentikan terkait hilangnya tanah saya seluas 5.390 meter itu," tegasnya.

Andar mengapresiasi langkah Polda Jateng yang telah menindaklanjuti laporan penggelapan tanah miliknya tahun silam.

"Sehingga akan terbuka semuanya siapa 'pemain' di BPN yang telah memalsukan tanah saya," ujarnya.

Kekesalan Andar memuncak saat mengetahui tanah miliknya seluas 5.390 dengan bukti sertifikat HM 1499 di Kedungpane, Mijen, Semarang dialihkan ke negara tahun 2015 lalu.

Andar pun naik pitam. Dia langsung melaporkan hal itu ke Polda Jateng atas dugaan penggelapan dengan bukti laporan nomor LP/B/228/V/2015/Jateng/Reskrimum tanggal 27 Mei 2015.

Tak perlu waktu lama. Polda Jateng langsung bergerak dengan menindak lanjuti laporan Andar  dengan terbitnya surat dari Polda Jateng bernomor B/460/XI/2016/Ditreskrimum tanggal 21 November 2016.

Dari pemeriksaan penyidik Polda Jateng didapati jika BPN Kota Semarang telah menerima sepucuk surat  berupa pelepasan hak tanggal 7 April 1990 yang ditandangi Edison Situmorang selaku kuasa hukum Andar M Situmorang.

BPN Kota Semarang menerima surat kuasa dari Edison Situmorang sebagai kuasa hukum Andar M Situmorang untuk melepaskan haknya.

Atas dasar surat tertangal 1989 yang dijadikan syarat/lampiran pada saat terjadinya peralihan hak sertifikat HM Nomor 1490 seluas 5.390 meter menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara.

Namun, Andar tidak mengenal dan tidak pernah memberikan surat kuasa kepada orang yang bernama Edison Situmorang.

Belakangan diketahui Direktur Utama (Dirut) PT Industri Usaha Tama Siedibejo alias Kho Ing Pujio alias Atjiok yang berkantor di Puri Anjasmoro Raya Blok F1 No 8 Semarang Barat yang ikut bermain.

Walhasil, Andar yang berprofesi sebagai pengacara itu langsung melaporkan Atjiok ke Polbates Semarang atas dugaan pemalsuan.

"Yang bersangkutan sudah kami laporkan di Polda Jateng dengan bukti laporan Nomor STTLP/32 / XII/ 2016/JATENG/ RES TBS SMG tertanggal 7 Desember 2016. Dia saya laporkan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat tanah seluas 5.390 meter persegi," demikian Andar menjelaskan.

Penulis: Dwitanto