Friday, 16 December 2016

Andi Arief Laporkan Balik Pendukung Ahok


Jakarta, PenaOne - Mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief didampingi kuasa hukum dan rekan-rekannya mendatangi Polda Metro Jaya Kamis, (15/12/2016).

Kedatangan mereka untuk melaporkan balik Komunitas Advokat Muda Basuki T Purnama alias Ahok-Djarot (Kotak Badja) yang terlebih dahulu melaporkan Andi Arief ke Polda Metro Jaya.

Selasa, 13 Desember 2016 lalu, Kotak Adja melaporkan Andi Arief ke Polda Metro Jaya terkait cuitan Andi di media sosial Twitter. Andi disebut Kotak Badja telah melanggar UU ITE tentang ujaran kebencian dan permusuhan berbau SARA.

"Kotak Adja melaporkan Andi, tapi dipelaporannya tertulis Edi Maryatama Lubis. Jadi, mereka ini sedang memainkan drama Turki," ujar Andi Jansen pada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (14/12/2016).

Menurut Jansen, Andi Arief melaporkan Kotak Badja telah melanggar UU ITE Pasal 310 juncto Pasal 27 ayat 3 tentang Pencemaran Nama Baik dilapis Pasal 35 UU ITE tentang Manipulasi Dokumen Elektronik dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Menurut Jansen, tanggal 2 Desember lalu, Andi tidak berkicau di Twitter seperti yang di tuduhkan mereka.

"Setelah kita cek tanggal 2 Desember itu lalu lintas Andi sejak pagi sampai malam, sama sekali tak ada terkait yang dipersoalkan itu," tuturnya.

Jansen yakin, laporan Kotak Badja itu tak berdasar. karena dalam persoalan waktu saja sudah salah, error in tempos.

"Selain itu, Andi dituding melanggar Pasal 28 ayat 2 UU ITE No 11/2008 yang mana laporannya itu dibuat pada Selasa, 13 Desember 2016 lalu. Sejak tanggal 25 November lalu, sudah ada UU ITE yang baru. Maka laporannya tak berdasar karena hukum mereka tak hidup lagi. Jadi UU ITE itu bukan No 11/2008, tapi jadi No 19/2016," demikian Jansen Sitindaon.