Wednesday, 14 December 2016

Andi Arief Siap Ladeni Laporan Pendukung Ahok


Jakarta, PenaOne - Andi Arief, eks Saf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Bidang Benca Alam yang kini menduduki jabatan Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum DPP Partai Demokrat siap meladeni laporan relawan Kotak Adja (Komunitas Muda Ahok Djarot) kemarin sore di Polda Metro Jaya.

Lewat akun Twitter@AndiArief_AA pada 13 Desember 2016 malam, Andi menuding laporan itu sebagai bentuk rekayasa belaka.

Bahkan, tak segan Andi menyebut jika pendukung Ahok-Djarot tersebut sedang kalap.

"Silahkan periksa tuit saya 2 Desember 2016, ini model baru rekayasa tuit untuk dilaporkan, Ahoker kalap," katanya dalam akun twitter.

Andi Arief mempersilahkan masyarkat untuk mengabaikan saja laporan Ahoker itu.

 "Abaikan saja laporan palsu Ahoker soal saya, akan saya hadapi," katanya.

Sekitar pukul 18:00 WIB kemarin, Muanas Alaidid Cs yang tergabung dalam relawan Kotak Adja (Komunitas Muda Ahok Djarot) melaporkan Andi Arief ke Polda Metro Jaya.

Ciutan Andi Arief lewat akun Twitter@AndiArief_AA pada 2 Desember 2016 lalu diduga menjadi penyebab dirinya dilaporkan oleh Kotak Adja.

"Kami melaporkan satu akun, diduga punya Andi Arief, kita tahu dia mantan jubir SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)," kata Muannas Alaidid kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/12/2016).

Kata Muanas, dalam salah satu akun twitternya Andi menyebut kata-kata antara lain adalah dia sampaikan Ahok jangan merusak persatuan, perdamaian yang sudah baik.

"Andi Arief diduga telah menyebarkan kebencian dan permusuhan bernada suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Kita laporkan yang bersangkutan karena diduga melanggar UU ITE," jelasnya.

Kotak Adja melaporkan Andi melanggar UU ITE. Dalam laporan itu, Kotak Adja menyebutkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai pihak yang menjadi korban dari cuitan kontroversial tersebut. Muannas menilai Ahok berpotensi dikambinghitamkan akibat cuitan Andi.

Dalam laporan bernomor LP/ 6099/ XII/ 2016/PMJ/ Dit Reskrimsus, Andi dilaporkan atas dugaan menyebarkan kebencian dan SARA melalui media elektronik sesuai dengan Pasal 45 ayat 2 Jo pasal 28 ayat 2 UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi
Elektronik).

Penulis: Dwitanto