Thursday, 8 December 2016

Dirut PT Industri Usaha Tama Resmi Dilaporkan ke Polda Jateng


Jakarta, PenaOne - Direktur Utama (Dirut) PT Industri Usaha Tama Siedibejo alias Kho Ing Pujio alias Atjiok yang berkantor di Puri Anjasmoro Raya Blok F1 No 8 Semarang Barat resmi dilaporkan ke Polda Jawa Tengah (Jateng) oleh pemilik tanah seluas 5.390 meter di yang terletak di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijien, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) atas dugaan pemalsuan.

"Yang bersangkutan sudah kami laporkan di Polda Jateng dengan bukti laporan Nomor STTLP/32 / XII/ 2016/JATENG/ RES TBS SMG tertanggal 7 Desember 2016. Dia saya laporkan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat tanah seluas 5.390 meter persegi," kata pemilik tanah Andar Situmorang saat di kontak Redaksi Kamis (8/12/2016).

Selain Atjiok Andar juga melaporkan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang serta oknum pegawai BPN Kota Semarang karena diduga kuat ikut membantu proses pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Atjiok.

Mereka, dilaporkan atas dugaan pemalsuan tandatangan dan pemalsuan surat sertifikat Nomor HM 1490 tahun 1989 seluas 5.390 meter persegi milik Andar.

Kejadian bermula saat Andar yang memiliki tanah seluas 5.390 meter dengan bukti sertifikat HM 1490.

Namun, pada tahun 2015 lalu tanah tersebut telah beralih kepemilikannya. Selidik punya selidik tanah tersebut sudah dialihkan kepemelikannya oleh BPN Kota Semarang.

Lantas Andar melaporkan penggelapan tanah itu ke Polda Jateng dengan bukti laporan LP/B/228/V/2015/Jateng/Reskrimum tanggal 27 Mei 2015.

Tak perlu waktu lama. Polda Jateng pun langsung bergerak dengan menindak lanjuti laporan Andar  dengan surat dari Polda Jateng bernomor B/460/XI/2016/Ditreskrimum tanggal 21 November 2016.

Dari pemeriksaan penyidik Polda Jateng didapati jika BPN Kota Semarang telah menerima sepucuk surat  berupa pelepasan hak tanggal 7 April 1990 yang ditandangi Edison Situmorang selaku kuasa hukum Andar M Situmorang.
Tanah seluas 5.390 meter
BPN Kota Semarang menerima surat kuasa dari Edison Situmorang sebagai kuasa hukum Andar M Situmorang untuk melepaskan haknya.

Atas dasar surat tertangal 1989 yang dijadikan syarat/lampiran pada saat terjadinya peralihan hak sertifikat HM Nomor 1490 seluas 5.390 meter menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara.

Namun, Andar tidak mengenal dan tidak pernah memberikan surat kuasa kepada orang yang bernama Edison Situmorang.

"Saya sama sekali tidak mengenal orang ini. Bagaimana saya memberikan surat kuasa orangnya saja saya tidak kenal," kata Andar saat itu.

Penulis: Dwitanto