Friday, 16 December 2016

Kepala BPN Semarang Ogah Komentari Raibnya Tanah 5.390 Meter di Kedungpane


Jakarta, PenaOne - Misteri "raibnya" tanah seluas 5.390 meter persegi yang terletak di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Semarang, Jawa Tengah milik Andar Mangasa Situmorang masih menyisakan banyak pertanyaan.

Dalam penghilangan hak atas tanah milik Andar tersebut oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Semarang di duga kuat ikut bermain.

Saat dimintai komentarnya ihwal hilangnya hak tanah milik Andar itu Kepala BPN Kota Semarang Jonahar enggan berkomentar.

"Pak mohon maaf tidak komentar (terkait hal itu)," kata Jonahar melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan Kamis, (15/12/2016) malam.

Diberitakan sebelumnya, Andar M Situmorang yang merasa memiliki tanah seluas 5.390 meter dengan bukti sertifikat HM nomor 1490 di Kedungpane, Mijen, Semarang kaget karena tanah miliknya telah dimatikan hak oleh BPN Kota Semarang.

Pada tahun 2015 tanah tersebut telah beralih kepemilikannya dari Andar. Selidik punya selidik tanah tersebut sudah dialihkan kepemelikannya oleh BPN Kota Semarang.

Lantas Andar melaporkan dugaan adanya penggelapan tanah itu ke Polda Jateng dengan bukti laporan LP/B/228/V/2015/Jateng/Reskrimum tanggal 27 Mei 2015.

Tak perlu waktu lama. Polda Jateng pun langsung bergerak dengan menindaklanjuti laporan Andar  dengan mengeluarkan surat dari Polda Jateng bernomor B/460/XI/2016/Ditreskrimum tanggal 21 November 2016.

Dari pemeriksaan penyidik Polda Jateng mendapati jika BPN Kota Semarang telah menerima sepucuk surat  berupa pelepasan hak tanggal 7 April 1990 yang ditandangi Edison Situmorang selaku kuasa hukum Andar M Situmorang.

BPN Kota Semarang menerima surat kuasa dari Edison Situmorang sebagai kuasa hukum Andar M Situmorang untuk melepaskan haknya.

Atas dasar surat tertangal 1989 yang dijadikan syarat/lampiran pada saat terjadinya peralihan hak sertifikat HM Nomor 1490 seluas 5.390 meter menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara.

Namun, Andar tidak mengenal dan tidak pernah memberikan surat kuasa kepada orang yang bernama Edison Situmorang.

"Saya sama sekali tidak mengenal orang ini. Bagaimana saya memberikan surat kuasa orangnya saja saya tidak kenal," kata Andar saat itu.

Pada tanggal 7 Desember 2016 lalu Andar nekad melaporkan Direktur Utama (Dirut) PT Industri Usaha Tama Siedibejo alias Kho Ing Pujio alias Atjiok yang berkantor di Puri Anjasmoro Raya Blok F1 No 8 Semarang Barat ke aparat hukum setempat.

Andar menduga jika Atjiok ikut terlibat dalam atas dugaan pemalsuan.

"Yang bersangkutan sudah kami laporkan di Polda Jateng dengan bukti laporan Nomor STTLP/32 / XII/ 2016/JATENG/ RES TBS SMG tertanggal 7 Desember 2016. Dia saya laporkan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat tanah seluas 5.390 meter persegi," demikian Andar menjelaskan.

Penulis:  Dwitanto