Monday, 19 December 2016

Satelitnews: Maafkan Aku Eko Patrio


Jakarta, PenaOne - Pihak Satelitnews.com meminta maaf kepada anggota DPR RI Eko Endro Purmomo alias Eko Patrio atas pemberitaan yang menyebut pengungkapan teroris di Bintara Jaya, Bekasi merupakan pengalihan isu yang membelit Gubernur Jakarta non aktif Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Permohonan maaf Satelitnews.com tersebut terpampang dihalaman websitenya sejak Jum'at 16 Desember 2016 dengan judul "Maafkan Aku Eko Patrio"

PenaOne mencoba membuka situs tersebut Sabtu, (17/12/2016). Memang benar dalam situs itu telah disampaikan permohonan maaf.

"Kami mohon maaf, artikel "Eko Patrio Teror Bom Istana Adalah Upaya Pengalihan Isu Kasus Ahok" ini sudah dihapus agar tidak ada lagi menimbulkan kesalah pahaman" tulis dihalam web itu.

Berikut isi lengkap permohonan maaf Satelitnews.com yang dimuat dalam websitenya:

Maafkan Aku Eko Patrio

Jumat, 16 Desember 2016

Permohonan Maaf Dari Satelitnews.com

Kami mohon maaf, artikel "Eko Patrio Teror Bom Istana Adalah Upaya Pengalihan Isu Kasus Ahok" ini sudah dihapus agar tidak ada lagi menimbulkan kesalah pahaman.

Sekali lagi kami mohon maaf, tidak ada niatan sama sekali dari kami untuk mencemarkan nama baik orang lain.

Tidak ada maksud lain. Ini semua hanya kekhilafan kami belaka yang tidak melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap kebenaran berita yang kami temukan sebelumnya dan kami langsung saja me-copy-paste-nya tanpa ada tabayyun apakah berita tersebut benar atau tidak.

Berikut adalah screenshot web yang kami jadikan sumber berita tersebut:

http://ambiguistik.blogspot.co.id/2016/12/eko-patrio-teror-bom-istana-adalah.html

http://www.healmagz.com/2016/12/eko-patrio-anggap-teror-bom-istana.htmlhttp://suaranasional.com/2016/12/12/muncul-isu-teror-bom-ke-istana-upaya-pengalihan-isu-kasus-ahok-dan-menakuti-umat-islam/

Kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga masalah ini dapat segera diselesaikan dengan tenang, tentram dan adil.

Pernyataan ini dibuat sebenar-benarnya dari hati yang tulus, tanpa unsur pemaksaan dari pihak lain.

Terima kasih. Wassalam.

Jakarta, 16 Desember 2016

Kemarin Eko Patrio sudah mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk mengklarifikasi terkait pemberitaan ini.

"Pak Eko tidak pernah diwawancara oleh tujuh media online tersebut dan kami berikan jangka waktu 1x24 jam kepada tujuh media online tersebut untuk melakukan klarifikasi," kata Kuasa Hukum Eko, Firman Nurwahyu saat mendampingi Eko di Gedung Bareskrim Polri, Kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016).

Firman meminta tujuh media online itu mengklarifikasi sehubungan dengan pernyataan Eko yang tidak pernah diwawancara oleh pewarta media itu.

Kliennya menurut Firman, tidak diwawancara baik secara langsung atau secara khusus melalui telepon maupun wawancara tatap muka. Meski demikian, Firman tidak mau menyebutkan nama media yang ia somasi kepada para wartawan.

Penulis: Dwitanto