Sunday, 8 January 2017

800 Ribu Situs Abal-abal Diblokir

Jakarta, PenaOne - Sepanjang tahun 2016 lalu sedikitnya ada 800 situs diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informati Samuel A. Pangerapan mengarakan hal itu dalam diskusi bertajuk Media Sosial, Hoax dan Kita di Cikini, Jakarta, Sabtu kemarin.

Sebagian besar situs yang diblokir itu bermuatan pornografi dan perjudian. "Sudah ada 800 ribu situs yang diblokir," ujar Samuel.

Kemenkominfo sendiri langsung memblokir situs yang dilihat benar-benar berbahaya. Selain itu,  setiap harinya banyak menerima informasi dari masyarakat dan meminta pemerintah memblokir situs-situs yang dianggap berbahaya.

"Peringatan itu ya diblokir," tutur dia.

Menurut Samuel, pemblokiran menjadi pembelajaran. Untuk melakukan normalisasi, Pemerintah memberikan syarat-syarat. Situs bisa dibuka kembali ketika sudah dinormalisasi.

Langkah tegas itu dilakukan lantaran pemerintah punya kewenangan sesuai Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dalam UU ITE pemerintah wajib melakukan pencegahan penyebarluasan informasi yang tidak benar dan merugikan masyarakat. Selain itu, UU ITE juga sudah punya aturan turunan hingga di tingkat peraturan menteri.

"Kalau kesalahan sudah diperbaiki, boleh dibuka lagi," ujar Samuel.