Wednesday, 25 January 2017

Bilang Ada Rapat PKI di Istana, Seorang Ustadz Disomasi

Jakarta, PenaOne - Seorang ustdaz bernama Alfian Tanjung disomasi pihak Istana negara lantaran menyebut ada rapat-rapat PKI di dalam Istana Negara ketika malam hari.

Dalam sebuah akun Youtube yang tersebar luas, Alfian menyebut jika rapat itu dilakukan malam hari pukul sekitar pukul 20.00 WIB sejak Mei 2016.

Namun, pihak Istana membatah keras adanya rapat itu. Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki bahkan sudah melayangkan mensomasi kepada Ustaz Alfian Tanjung dua pekan lalu.

"2 Pekan lalu kita somasi. Namun, sampai sekarang belum direspons," kata Teten Selasa, (24/1/2017).

Teten juga mengimbau agar Ustaz Alfian Tanjung segera meminta maaf.

Sementara itu, ustadz Alfian Tanjung mengaku belum menerima somasi dari pihak Istana.

"Kalau dibilang 2 minggu ini saya belum ada terima apa-apa. Saya tahu baru tadi sore. Itu pun diberi link sebuah berita oleh anak saya," kata Ustaz.

Alfian malah mengaku heran Teten baru mempersoalkan ceramahnya tersebut sekarang. Padahal ceramah itu sudah disampaikan sudah delapan bulan yang lalu.

"Saya itu bicara sudah 8 bulan yang lalu, nggak pernah berhenti saya bicara di Solo, saya bicara di Klaten saya bicara di Sragen saya bicara di berbagai tempat. Ke mana saja, gue (saya) sudah ngomong 8 bulan baru sekarang pakai somasi," ujar Alfian.

"Nggak mungkin dong sistem informasi kenegaraan nggak cepat menangkap itu. Ke mana saja 8 bulan dibiarin Alfian," sambungnya.

Dia pun mengaku tidak masalah jika nantinya hal itu akan dibawa ke tingkat yang lebih serius oleh pihak istana. Dia mengaku akan kooperatif.

"Dilaporkan ya bagus, nanti kan ditangkap, bikin BAP. Nanti saya disidang, begitu lebih enak," ungkap Alfian. (det/tim)