Monday, 2 January 2017

Ini Keinginan Warga Batam yang Tinggal di Kampung Jokowi

Himad Purelang saat menggelar acara ruwatan untuk NKRI poskonya Jalan Pleret Dalam IV, Kampung Gayam Sari No.6, RT 03 RW XI, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

Solo, PenaOne - Menjelang pergantian malam tahun baru biasanya dimeriahkan dengan berbagai acara. Ada yang mengisi perhantian tahun dengan gelaran musik, pesta kembang api dan tiupan terompet.

Tak luput, masyarakat Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang saat ini tinggal tak jauh dari kediaman Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Solo juga berbaur dengan masyarakat asli sana saat pergantian tahun.

"Saat pergantian tahun baru kami berbaur dengan warga sini. Kita duduk bersila disepanjang jalan Pleret Dalam IV, Kampung Gayam Sari No 6 dengan beralaskan terpal dan daun pisang," ujar Tony M Nasution,
Koordinator Himad Purelang saat dikontak Selasa (2/1/2017) sambil mengatakan poskonya berada di Jalan Pleret Dalam IV, Kampung Gayam Sari No.6, RT 03 RW XI, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

Himad Purelang kata Tony, kepanjangan dari Himpunan Masyarakat Adat Pulau-pulau Rempang Galang.

"Kami sengaja mengontrak rumah yang hanya berjarak 150 meter dari kediaman pak Jokowi dengan harapan bisa ditemui saat ia pulang ke kampung halamannya," kata dia.

Tradisi makan bersama diantara warga saat pergantian tahun lanjut Tony nyaris punah.

"Biasanya tahun baru diramaikan di restoran, lapangan atau didalam gedung dengan dilengkapi meja dan kursi. Tapi itu tidak kami lakukan," ujarnya.

Ia berharap tahun 2017 ini Menteri ATR/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofian Djalil bisa menerbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas tanah yang sudah kami huni puluhan tahun lalu.

"Melalui Presiden Jokowi kami minta agar Kepala BPN segera mengeluarkan SHM," ujarnya.

Tony melanjutkan, berbagai cara dan persyaratan dari BPN agar tanah kami dikeluarkan sertifikat sudah kami lakukan.

"Semua syarat dari BPN sudah kami penuhi. Namun, sampai saat ini sertifikat belum juga dikeluarkan. Kami tidak tahu kendalanya dimana.  Kalau memang ada persyaratan yang masih kurang kami siap kok untuk melengkapi berkasnya" tegas Tony.

Kami berharap jika Presiden Jokowi pulang kampung ke Solo mau menemui kami disini.

"Niat kita hanya ingin bersilaturahmi dengan Presiden dan menyampaikan uneg-uneg ini," demikian Tony Nasution menjelaskan akan tetap bertahan di Solo sampai keninginannya dikabulkan.

Penulis: Dwitanto