Jumat, 20 Januari 2017

Inspektorat Endus Mutasi 15 PNS RSUD Bermasalah

Langsa, PenaOne - Tim Inspektorat Pemerintah Kota (Pemkot) Langsa, Provinsi Aceh  mengendus kasus mutasi ilegal PNS RSUD Langsa ke beberapa Puskesmas di Pemkot Langsa.

Sebanyak 15 Surat Keputusan (SK) mutasi secara kolektif selesai dalam waktu 14 jam.

Artinya, Sekretaris Daerah (Sekda) Langsa membuat satu SK mutasi itu hanya dalam kurun waktu 40 menit.

Mutasi itu dilakukan oleh Sekda atas usulan Direktur RSUD Dokter Syarbayni, tanggal 5 Desember 2016.

Lantas SK tersebut dikeluarkan Sekda Langsa Syahrul Taib tanggal 6 Desember 2016.

Banyak pihak menilai proses pembuatan SK mutasi ini sarat dengan KKN dan tidak sesuai prosedur yang berlaku di negara ini.

Lima belas (15) PNS yang di mutasi dari RSUD Langsa itu dari berbagai ke ahlian termasuk dokter umum dan dokter spesialis.

Alhasil, Plt Walikota Langsa Kamaruddin Andala memerintahkan Inspektorat untuk menyelidiki kejadian ini.

Tim inspektorat Langsa saat ini, Jum'at (20/1/2017) sudah memeriksa sejumlah pejabat penting di RSUD itu termasuk dua Wakil Direktur.

Menurut sumber yang layak dipercaya di RSUD Langsa mengatakan,  tim yang diperintah kan oleh plt Walikota Langsa juga sudah memanggil
Ke 15 PNS yang terkena mutasi itu.

"Mereka sudah dipanggil sejak Kamis siang (19/1) kekantor inspektorat di
Matang Seulimeng, Kota Langsa," ujarnya.

Direktur Rumah Sakit Umum (RDUD) Langsa Dr. Dyarabaini didampingi Wadir Pelayanan Medik Samsul kepada wartawan minggu lalu di ruang rekam mengakui kalau SK itu usulan ke Pemkot Langsa tanggal 5-12-2016 lalu keluar SK nya tanggal 6-12- 2016.

"Kalau kita hanya memikirkan tentang pelayanan saja," kata Wakil Direktur Bidang Pelayanan medik Samsul.

Penulis: Muhammad Abubakar