Tuesday, 17 January 2017

Jubir FPI Dilaporkan ke Polda Bali

Bali, PenaOne - Organisasi kemasyarakatan di Bali melaporkan Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman ke Polda Bali terkait dugaan fitnah terhadap Pecalang atau petugas keamanan adat di Pulau Dewata yang tersebar di situs jejaring sosial Youtube.

"Agar Munarman diproses secara hukum karena itu sudah meresahkan," kata Pendiri dan Pembina Yayasan Sandi Murti, I Gusti Agung Ngurah Harta saat melaporkan kasus itu di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Bali di Denpasar, Senin (16/1).

Turut mendampingi pelaporan tersebut puluhan anggota ormas lain yakni Gerakan Pemuda (GP) Anshor Kabupaten Badung, Laskar Bali, Nahdlatul Ulama dan Patriot Garuda Nusantara. Ngurah Harta menjelaskan bahwa umat Muslim dan Hindu di Bali memiliki hubungan yang harmonis bahkan saling membantu ketika keduanya memiliki kegiatan keagamaan.

"Pecalang di Bali melempar rumah orang Muslim dan melarang umat Muslim salat Jumat itu tidak ada, justru umat Islam sedang salat dijaga oleh Pecalang agar kekhusyukan sholat tidak terganggu," imbuhnya.

Untuk itu ia meminta kepolisian agar memeriksa Munarman terkait ucapannya yang sudah tersebar di Youtube yang dinilai telah mengganggu plularisme di Bali. Pihaknya baru mengetahui adanya rekaman tersebut beredar di Youtube sehingga berinisiatif melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

Sementara itu Ketua Pimpinan Cabang GP Anshor Kabupaten Badung, Imam Bukhori mengatakan pihaknya mendukung laporan tersebut karena ucapan salah satu petinggi FPI itu dianggap mengganggu nilai toleransi antarumat beragama di Bali.

"(Tudingan) itu tidak benar. Yang saya bangun adalah setiap kegiatan di masyarakat baik jaga gereja, menjaga (kegiatan) keagamaan lintas agama, Banser dan Pecalang selalu ada di tempat kegiatan," katanya menambahkan bahwa kedatangannya bersama ormas lainnya untuk memberikan dukungan moral.

Setelah melaporkan di SPKT, ormas tersebut kemudian diarahkan ke Unit Kejahatan Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali karena kasus itu berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Video Munarman yang diduga memfitnah Pecalang itu beredar di situs Youtube dengan judul "FPI datangi dan tegur Kompas terkait framing berita antisyariat Islam" saat ia dan beberapa anggota ormas tersebut mendatangi Kompas pada Kamis, 16 Juni 2016.

Dalam rekaman yang berdurasi satu jam 24 menit dan diunggah Markaz Syariah pada 17 Juni 2016 itu Munarman menyebut Pecalang yang melempari rumah dan melarang umat Muslim salat Jumat pada menit ke-15 hingga 16.

"Kompas tidak pernah mengkritik pecalang-pecalang di Bali yang kadang-kadang melempari rumah penduduk, melarang orang salat Jumat, engga pernah ada kritik dari Kompas, bertahun-tahun itu sudah kita saksikan," ucap Munarman dalam video tersebut dikutip Antara/sp.