Friday, 27 January 2017

Kasau Ziarah ke Monumen Perjuangan TNI AU Ngoto

Jakarta, PenaOne - Pendiri TNI AU telah rela mengorbankan jiwa dan raga untuk berdirinya TNI Angkatan Udara. Kami sebagai generasi penerus akan melanjutkan perjuangan demi tetap tegaknya NKRI dan TNI Angkatan Udara.

Demikian pesan yang ditulis Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai ziarah di Monumen Perjuangan TNI Angkatan Udara, Ngoto Kabupaten Bantul, belum lama ini.

Ziarah diikuti para pejabat dari Mabesau, Pangkohanudnas, Dankodiklatau, Dankorpaskhas dan Danlanud Adisutjipto.

Di monumen tersebut, Pahlawan Nasional dari TNI Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Anumerta Agustinus Adisutjipto dan Marsekal Muda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrachman Saleh dimakamkan, masing-masing beserta isteri.

Marsekal Muda TNI Anumerta Agustinus Adisutjipto dan Marsekal Muda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrachman Saleh adalah pendahulu TNI Angkatan Udara yang gugur dalam peristiwa ditembaknya pesawat Dakota VT-CLA oleh pesawat P- 40 Kitty Hawk Belanda pada tanggal 29 Juli 1947.

Pesawat Dakota VT-CLA terbang dari Singapura menuju Pangkalan Udara Maguwo dengan membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaysia untuk Palang Merah Indonesia.

Dikutip laman resmi TNI AU, akibat serangan pesawat P-40 Kitty Hawk tersebut, pesawat VT-CLA jatuh di Desa Ngoto, Kabupaten Bantul.

Peristiwa ditembakjatuhnya pesawat VT-CLA, diperingati TNI Angkatan Udara sebagai Hari Bhakti TNI Angkatan Udara.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 071/TK/TH/1974 tanggal 9 September 1974, Marsekal Muda TNI Anumerta Agustinus Adisutjipto dan Marsekal Muda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrachman Saleh dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional.