Thursday, 5 January 2017

PAM Tak Berpungsi Warga Nagan Raya Kesulitan Air Bersih


NAGAN RAYA (NAD),  - Pemerintah kabupaten Nagan Raya provinsi Aceh diduga tidak pernah memikirkan nasib rakyat kecil, terutama dalam penyediaan air bersih bagi warganya.
Saat ini ribuan Kepala Keluarga (KK) didaerah itu masih menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari hari, karena tidak memiliki fasilitas air bersih dari pemerintah.

Menurut masyarakat Nagan Raya, dulu pada masa daerah itu masih dalam wilayah kabupaten Aceh Barat, ada suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) namun setelah pemekaran, terutama di masa pemerintahan Ampon Bang, 'kami di sini (Nagan Raya-Red) tidak pernah lagi menikmati suplai air dari PDAM, ujar warga.

Amatan media ini di Pam pengolahan air di Simpang Empat pompanya tidak berfungsi.
Menurut petugas jaga T. Ternaba, pada media ini Senin (2/1/2017) menyebutkan, di Nagan Raya ada beberapa titik pusat pengolahan air milik PDAM diantaranya di Simpang Empat, Alue Bili, dan Ule Jalan tidak di fungsikan karena tidak ada uang minyak.
"Saya selaku penjaga di sini sangat sering mendapatkan surat dari masyarakat, selalu menanyakan kenapa tidak pernah ada aliran air untuk mereka, saya sudah tidak enak dengan masyarakat, semua surat saya sampaikan ke pimpinan tapi hingga sekarang belum juga ada, uang minyak untuk di operasikan, 'ujar T. Ternaba.

Menurutnya lagi, dulu semasa kabupaten Nagan Raya masih dalam kabupaten Aceh Barat penyaluran air untuk masyarakat lancar, kemudian setelah pemekaran pada 2014 air sudah mulai mati.
Semenjak 2014 penyaluran air bersih untuk warga terhenti, karena pemerintah Nagan Raya tidak pernah mengalokasikan anggaran untuk operasional, 'sebut T. Ternaba.

Menurut T. Ternaba lagi, pusat pengolahan air sudah di bangun sejak tahun 1992, bantuan baik APBN maupun APBA dan Otsus terus mengalir untuk pembenahan fasilitas, kendalanya karena pemerintah tidak pernah menganggarkan anggaran untuk operasional, 'tambahnya.
"Saat ini kami tidak bisa berbuat apa apa karena tidak memiliki anggaran, listrik saja sudah di putuskan oleh PLN karena sudah tiga bulan menunggak, 'pungkas T. Ternaba.

Penulis: Muhammad Abubakar