Monday, 23 January 2017

Pemenang Tender Rp 21 Miliar Digugat ke PTUN

Langsa, PenaOne - Di tuding kongkalikong dengan panitia lelang PT Jasa Mandiri Nusantara (JMN) pemenang lelang tahun 2016 pekerjaan jalan elak di Kabupaten Aceh Timur senilai Rp 21 Miliar lebih dilaporkan terancam black list.

Perusahaan itu di sinyalir telah melakukan  "perselingkuhan" adminitrasi dengan panitia lelang hingga perusahaan tersebut bisa memenangkan paket pekerjaan itu.

Akibatnya, perusahaan lain yang merasa dirugikan atas praktik "haram" itu, mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh guna membatalkan hasil pemenang lelang pekerjaan tersebut.

PT NAD Jaya yang merasa dirugikan atas hasil penetapan pemenang melalui kuasa hukumnya Muslim A Gani SH, kepada Wartawan, Senin (23/1/2017), di Langsa, menyebutkan surat penetapan pemenang Nomor : 1167/PNTP/POKJA-KONST/APBK/2016 tanggal 25 November 2016 atas nama PT JMN, untuk paket Pembangunan Jalan elak dengan pagu Rp 21.250.000.000, adalah objek sengketa yang sedang digugat ke PTUN Banda Aceh.

"Segala aktivitas PT JMN, menyangkut pekerjaan proyek itu, diminta segera ditunda atau dihentikan sebelum proses hukum di PTUN yang diajukan pihaknya berkekuatan hukum tetap," sebut Muslim.

PT JMN kata dia, masuk sebagai tergugat intervensi yang kita ajukan ke PTUN. Jika hal ini tidak diindahkan maka kita akan terus melakukan berbagai upaya hukum agar perusahaan itu segera di black list.

Muslim menambahkan, telah mengajukan gugatan ke PTUN Banda Aceh atas persoalan tersebut dengan membawa berbagai bukti yang ada.

Dalam gugatannya, Muslim meminta agar tergugat yaitu Pokja Jasa Konstruksi ULP Aceh Timur membatalkan atau menunda pelaksanaan penetapan pemenang lelang proyek jalan elak dengan dana Rp 21 Miliar lebih itu.

"Selama proses perkara ini berjalan sambil menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," ujarnya

Selain itu dalam gugatan itu, pihaknya, juga diminta tergugat mencabut hasil penetapan pemenang lelang atas nama PT Jasa Mandiri Nusantara serta melakukan Pelelangan ulang sesuai dokumen lelang.

Penulis: Muhammad Abubakar