Saturday, 28 January 2017

Peserta Diksar UII Mengaku Disabet Ranting

Sleman, PenaOne - Mochammad Fachrul Abdullah alias Roto mahasiswa Ekonomi Manajemen angkatan 2014, Mohammad Sandi Malik Ibrahim mahasiswa Hukum Islam 2015, Fathir Rohim Teknologi Industri Teknik Elektro 2015, Revin Nuzul Teknik Kimia 2014 dan Suryadi Sepriawan alias Ikan mahasiswa Teknik Lingkungan 2013 mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta kompak menyebut tak ada sabetan rotan yang dilakukan panitia pendamping selama kegiatan pendidikan dasar The Great Camping (TGC) 37.

Keterangan tersebut berbanding terbalik dengan kesaksian almarhum Syaits Asyam yang ditulis ibundanya sebelum meninggal dunia di RS Betesda akhir pekan lalu.

Suryadi Sepriawan alias Ikan mengungkap, sabetan yang diterima peserta dilakukan dengan ranting berdaun hijau sebesar jari tengah.

Menurut dia, sabetan tersebut juga ditujukan untuk memberikan semangat agar peserta tidak tertinggal dari rekan-rekan lain.

"Ranting hijau, untuk mencambuk kami agar kami tidak kedinginan dan mau jalan. Saya dipecut memang kesalahan saya agar bisa jalan bersama rekan sampai selesai dan itu bukan rotan," ungkapnya.

Fathir Rohim membenarkan adanya kontak fisik namun menurut dia lebih pada untuk menjaga kondisi fisik tetap hangat ditengah dinginnya cuaca.

"Kontak fisik ada tapi ranah wajar yakni untuk menjaga kondisi kita. Push up dan luka ini (tangan) gara-gara merayap di rumput berduri, kita salah dan gerakan lambat maka kita terima punishment disuruh merayap keliling shelter satu kali dan push up," ungkapnya.

Namun ketika ditanya apa yang dilakukan para senior pada tiga almarhum, kelima peserta tersebut kompak menyatakan bahwa tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya.

"Kita makan bersama, kena hujan bersama tapi setelah itu dibelakang kita tak tahu. Fisik kita berbeda dan kita tak bisa jelaskan itu," lanjut Mohammad Sandi Malik Ibrahim seperti dikutip krjogja.com.

Polisi dari Polres Karanganyar sendiri hingga kini masih mendalami adanya dugaan kekerasan yang dilakukan pada korban meninggal. Polisi bahkan telah mengantongi beberapa tersangka yang dinilai bertanggungjawab atas tragedi kematian tersebut.