Tuesday, 10 January 2017

YARA: Polisi harus ungkap Pelaku pemotongan uang jasa Dokter dan para medis


 LANGSA (NAD), PenaOne - Menurut informasi yang di terima media ini, Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Langsa periksa Dokter M. Yusuf Akbar Cs terkait pemotongan uang jasa Dokter dan para medis yang dilakukan oleh oknum manajemen di rumah sakit milik pemerintah itu, dari dana BPJS dari bulan Agustus, September dan Oktober 2016 yang mencapai Rp 22,6 Milyar.

"Agustus Rp 7,1 milyar, Seprember Rp 7,4 milyar, Oktober Rp 7,3 milyar sehingga totalnya lebih kurang mencapai  Rp 22 Milyar, dari jumlah tersebut 65 % digunakan untuk biaya operasional rumah sakit, sedangkan sisanya 35 % lagi dialokasikan untuk membayar jasa medis, diantaranya manajemen, Dokter, Perawat dan Bidan serta untuk tenaga penunjang rumah sakit.

Surat panggilan tersebut di layangkan pihak penyidik pada (5/1) dengan No B/07/01/2017 Kepolisian Republik Indonesia, kepada pimpinan dan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa terkait pemotongan uang tersebut.

Surat tersebut di tujukan kepada Dokter M. Yusuf Akbar dan teman teman (Cs) dalam hal bantuan permintaan keterangan atas nama M.Yusuf Akbar Cs, untuk menghadap penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Langsa pada Senin  9/1/2017.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Langsa Muhammad Abubakar, Senin (9/1) mengharap pihak kepolisian secepat mungkin mengungkap siapa orang orang yang terlibat pemotongan uang jasa medis selain Dr. SB dan Dr. MA. "YARA, akan mengawal kasus tersebut, kalau sudah mencukupi unsur, kita minta penyidik untuk menahan tersangkanya, karena kita takutkan akan menghilangkan barang bukti, 'terangnya.

Sementara Kapolres Langsa AKBP. Iskandar melalui Kasat Reskrim AKP. M.Taufiq saat hendak di komfirmasi media ini Senin (9/1) tidak berhasil di temui, begitu juga dengan henponenya, sms yang di kirim belum ada tanggapan.


Penulis: Muhammad Abubakar