Monday, 6 February 2017

57 Perusahaan di Jateng Terima Penghargaan

Semarang, PenaOne - Senin (6/2) pagi, 148 pengawas tenaga kerja, perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, tenaga kerja, sejumlah pimpinan perusahaan telah berbaris rapi untuk mengikuti Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah.

Apel tersebut istimewa karena Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menjadi inspektur apel sekaligus memberikan penghargaan K3 kepada 57 perusahaan.

Kepala Disnakertrans Jateng Dra Wika Bintang MM melaporkan penghargaan diberikan untuk tiga kategori, yaitu Sistem Manajemen Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (SMK3), Nihil Kecelakaan Kerja (Zero Accident), dan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2 HIV/AIDS). Penerima penghargaan SMK3 sebanyak 10 perusahaan, penghargaan zero accident 31 perusahaan, dan penghargaan P2 HIV/AIDS 16 perusahaan menerima.

Sepuluh perusahaan yang memperoleh penghargaan SMK3, kata dia, adalah PT Dugapat Klaten, PT Metec Semarang, PT Sami Semarang, PT Coca Cola Bottling Indonesia Semarang, PT Guna Sejahtera Mulia Semarang, PT Pilar Mas Semesta Semarang, PT Dian Berda Semarang, PT Yala Putra Semarang, PT Kubota Indonesia Semarang, dan PT Tirta Gajah Mungkur Semarang.

Wika menambahkan, penghargaan zero accidentdiberikan kepada perusahaan yang tidak pernah mengalami kecelakaan kerja selama satu tahun terakhir. Perusahaan yang mendapat penghargaan tersebut di antaranya adalah PT PLN (Persero) Pusdiklat Semarang, PT Semarang Autocomp Manufacturing Semarang, PT Tegal Jaya Makmur Sejahtera Tegal, PT Meta Prima Sejahtera Semarang, PT Tebing Mas Tulis Makmur Batang, PT Agric Amarga Jaya Salatiga, PT Indonesia Power Banyumas, PT Tegal Jaya Makmur Sejahtera Tegal, PT Bina Guna Kimia Semarang, dan PT Metec Semarang.

Sementara itu, 12 perusahaan yang memperoleh penghargaan P2 HIV/AIDS antara lain PT Pertamina (Persero) Renifery Unit IV Cilacap, PT Sami Semarang, PT Bina Guna Kimia Semarang, PT Coca Cola Bottling Indonesia, PT Ungaran Sari Garmen Ungaran, PT Apac Inti Corpora Semarang, PT Eka Sandang Duta Prima Semarang, PT Buana Intisari Garment Semarang, PT PLN (Persero) Pembangkit Tanjung Jati Jepara, dan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk Semarang.

Dari sejumlah perusahaan tersebut, terangnya, satu perusahaan yakni PT Coca Cola Botling Indonesia Semarang berhasil meraih ketiga penghargaan sekaligus. Plant Operation Manager PT Coca Cola Bottling Indonesia, Ambrosius Padang Nurmandito membeberkan, penghargaan SMK3 sudah diperoleh sejak 2001.

Perusahaan mereka secara berturut-turut berhasil lolos audit K3 karena seluruh program K3 telah dipenuhi. Untuk meningkatkan nihil kecelakaan kerja, perusahaan minuman ringan itu juga rutin menyelenggarakan refreshment trainingbagi seluruh tenaga kerjanya.

"Kami ada training untuk meminimalisasi kecelakaan kerja dan training safety riding. Kami juga ditarget setiap minggu untuk membuat hazard report. Jadi hal-hal yang berbahaya meskipun belum terjadi kami tetap harus laporkan. Pada tahun 2017 ini kami ditarget 16 report per minggunya. Dengan kami memberikan perhatian pada gejala-gejala yang mengancam keselamatan kerja, kami berharap perusahaan kami mendatangzero accident," terangnya seperti dikutip jatengprov.go.id.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ganjar Pranowo membeberkan, secara nasional ada peningkatan capaian perusahaan di tiga bidang tersebut. Jumlah perusahaan yang menerapkan SMK3 bertambah. Jika pada 2015 sebanyak 1.040 perusahaan dari 221.006 perusahaan tercatat menerapkan SMK3 (0,47%), pada 2016 jumlah perusahaan bertambah menjadi 1.762 perusahaan dari 254.161 perusahaan (0,71%).

"Zero accident pada 2015 sebanyak 956 perusahaan atau kurang lebih 0,43 persen, tahun ini menjadi 1.140 perusahaan atau 0,45 persen," jelas mantan anggota DPR RI itu.

Jumlah perusahaan yang menerapkan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS pun meningkat. Pada tahun 2015 tercatat sebanyak 452 perusahaan (0,20%), kemudian naik menjadi 553 perusahaan pada tahun 2016 (0,22%).

"Dalam menghadapi era globalisasi, khususnya dalam menghadapi MEA, sumber daya manusia menjadi faktor yang sangat penting. Termasuk aspek K3 ini. Maka perlindungan K3 yang efektif dan efisien dapat mendorong produktivitas jika dilaksanakan melalui Sistem Manajemen K3 sebagaimana amanat pasal 8 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003," tegasnya.