Tuesday, 7 February 2017

AJI: Verkasi Dewan Pers Jangan Langgar Kebebasan Pers

Jakarta, PenaOne - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) meminta Dewan Pers saat melakakukan verifikasi jangan sampai menimbulkan konsekuensi yang justru bisa mengancam kebebasan pers.

"Misalnya, tak boleh ada pembatasan liputan atau akses bagi pekerja media yang benar-benar melaksanakan tugas jurnalistik meski perusahaannya belum
terverifikasi Dewan Pers," kata Ketua Umum AJI Suwarjonowo dalam siaran pers yang diterima PenaOne.com Selasa  (7/2/2017).

Kata dia, media yang belum lolos verifikasi itu,
asalkan benar-benar bekerja sesuai kaidah Kode Etik Jurnalistik, juga harus mendapatkan pembelaan dan tetap dilindungi melalui skema Undang Undang Pers saat menghadapi sengketa pemberitaan.

Meski pencanangan awalnya sudah dimulai 7 tahun lalu, verifikasi terhadap media ini ternyata masih memicu perdebatan dan juga penolakan.

"Malah ada yang menyebut upaya ini sebagai “bredel gaya
baru” karena dikabarkan media yang belum lolos verifikasi terancam tidak akan dibela atau tak dilindungi Dewan Pers jika sedang bersengketa dalam pemberitaan," ujar Suwarjono.

Ditambahkannya, perlu ada perbaikan rumusan soal syarat untuk mendapatan verifikasi Dewan Pers. Pengetatan terhadap syarat-syarat itu memang dimaksudkan untuk memastikan bahwa syarat minimal media untuk bisa beroperasi
secara layak, tetap dipenuhi.

"Perluasan standar verifikasi, khususnya badan hukum yang mengakomodir
produk jurnalistik di luar perusahaan pers, seperti Perkumpulan,
Yayasan dan Koperasi," katanya.

Ia menambahkan, pendataan dan verifikasi  terhadap media ini merupakan salah satu
inisiatif untuk menyehatkan pers.

"AJI menilai perlu ada perbaikan dalam implementasinya. Menurut kami, reaksi beragam sebagian bersifat negatif atas program sertifikasi ini karena kurangnya sosialisasi di komunitas pers," ujarnya.

AJI meminta Dewan Pers bersama stakeholder pers duduk bersama
merumuskan lebih jelas sejumlah ketentuan dan syarat dalam verifikasi
media.

"Jika diperlukan, ada review ulang terhadap media yang saat ini
sudah dinyatakan lolos verifikasi," demikian ia menjelaskan.