Tuesday, 7 February 2017

Andi Arief: Polisi Bisa Ciduk Saya Kapan Saja

Jakarta, PenaOne - Mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  Andi Arief mengaku kapan saja polisi bisa menciduk dirinya jika ia menyebarkan berita bohong alias hoax.

Hal itu terlihat dalam cuitan di twitternya @andiariefaa saat dilihat PenOne.com, Selasa (2/7/2017).

Dalam dua hari ini dirinya getol menyebarkan informasi adanya dugaan KTP/NPWP dari Kamboja yang masuk ke Jakarta jelang pilkada DKI Jakarta yang digelar 15 Februari nanti.

"Saya paham betul dan mengerti konsekuensi hukum apa jika saya menyebar hoax. Kapan saja polisi bisa menciduk saya jika saya menyebar hoax," cuit pria yang kini berlabuh ke Partai Demokrat hari ini pukul 10:15 WIB.

Hal itu untuk meyakinkan para pengguna twitter jika informasi tentang adanya dugaan KTP yang masuk ke Jakarta benar adanya.

"Untuk kepentingan negara, Depdagri, KPU dn Bawaslu jangan malu menganulir pernyataan KTP ganda adalah Hoax. selidiki ke bandara, gampang," cuit Andi pukul 10:15.

Ia mencoba meyakinkan lagi dengan memberikan informasi jika ada bukti pengiriman melalui FedEx ke Jakarta.

"Saya perjelas, ini bukti pengiriman melalui FedEx KTP #banyak berasal dari kamboja, tujuan jakarta. https://t.co/FOCbfPQhQM," katanya dalam cuitan hari ini pukul 09:15.

Dirinya yakin jika informasi yang diperoleh dari teman-temannya semasa di PT Pos dulu adalah benar adanya.

"Saya dulu komisaris PT Post. Kawan saya banyak. Mereka menunjukkan bukti kiriman FedEx dari kamboja isinya KTP/NPWP  palsu. Segera selidiki," cuit Andi kemarin, Senin (6/2/2017) pukul 12:31.

Penulis: Dwitanto