Tuesday, 7 February 2017

Berita Hoax Bahayakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Jakarta, PenaOne - Masifnya penggunaan Media Sosial (Medsos) menjadi medan pertempuran baru oleh sekelompok masyarakat untuk mencapai tujuan, salah satunya dalam penyebaran informasi masihbanyak terdapat berita-berita bohong (hoax).

“Penyebaran berita hoax melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan  kesatuanbangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika, yang pada akhirnya muncul radikalisme,” kata Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A.  saatmembuka  Rapat Koordinasi (Rakor) Intelijen, Teritorial dan Penerangan TNI Tahun 2017, di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (6/2/2017).

“Ingat !!! radikalisme muncul bukan karena uang, tetapi karena tidak punya pekerjaan. Itu salah satu penyebab seseorang bergabung menjadi bagian dari radikalisme,” ujar Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.

Kasum TNI mengatakan bahwa, dalam mengcounter berita hoax tersebut komunitas Intelijen, Teritorial dan Penerangan tidak boleh bekerja sendiri-sendiri, namun harus bekerja sama, tergantung situasi yang ada.

“Komunitas Intelijen, Teritorial danPenerangan harus memiliki kemampuan untuk mengcounter informasi hoax tersebut,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kasum TNI mengharapkan jajaran Intelijen, Teritorial dan Penerangan agar dapat memberikan pemahaman kepada jajaran dibawahnya untuk dapat memberikan informasi yang positif kepada pimpinan sebelum menyampaikan pernyataan, sehingga berita negatif dapat dinetralisir secara maksimal menjadi berita positif.

"Jajaran Penerangan TNI tidak boleh ketinggalan dalam mengakses informasi secara langsung sebelum dilakukan evaluasi atau analisa,” katanya.

Kasum TNI menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di tingkat Mabes TNI merupakan wahana silaturahmi dalam suatu komunitas Intelijen, Teritorial danPenerangan untuk mengakses evaluasi pelaksanaan Program Kerja Tahun Anggaran 2016.

 “Pelaksanaan program-program kerja yang telah digulirkan dari hasil tersebut, maka penyempurnaan berbagai kegiatan wajib hukumnya untuk dilaksanakan,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima PenaOne.com dari Puspen TNI.