Sunday, 26 February 2017

Emang Bejat, Perawat Ini Gagapi Pasien di Ruang ICU

Langsa, PenaOne - Salah seorang keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, melaporkan salah paramedis alias perawat  yang bertugas di ruangan Intensive Care Unit (ICU) berinisial KA (26) yang diduga  berbuat cabut terhadap salah seorang pasien warga Kabupaten Aceh Timur.

Korban, sebut saja namanya bunga, merupakan salah seorang pasien yang masuk ke ruang (ICU) pada Sabtu (18/2) malam  sekitar pukul 20:00 WIB dengan diagnosa penyakit kejang-kejang (epilepsi).

Berdasarkan laporan Polisi dengan  Bukti Lapor No: SKTBL /42 /II/2017/Aceh/Res Langsa, di sebutkan pada Rabu (22/2) dini hari sekira pukul 03:30 WIB KA telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban yang sedang tertidur.

Menurut keluarga korban kepada wartawan Sabtu (25/2/2017) pelaku melakukan aksinya bejatnya itu saat korban sedang terlelap tidur.

"Dia memasukkan tangannya kedalam baju. Merasa ada yang merogoh-rogoh sontak, korban pun langsung terbangun," katanya.

Saat itu, korban langsung menarik masker yang dikenakan pelaku. Alhasil, muka pelaku terlihat dengan jelas.

"Tak lama kemudian ibu dan keluarga terbangun. Diruangan ICU pelaku nyaris dihajar,"  ujarnya.

Atas kejadian itu, keluarga korban langdung melaporkan kejadian ini ke securiti RSUD. Namun pihak RS cuek saja.

"Merasa tak digubris kami melaporkan kasus ini ke Polres Langsa esok harinya," ujar dia.

Dirinya mengaku memang ada perwakilan RSUD Langsa yang meminta agar kasus ini tidak diperpajang karena bisa merusak citra Rumah Sakit.
 Cloce

"Kami tidak gubris. Biarlah proses hukum berjalan," ucapnya.

Pihak keluraga korban meminta Polres Langsa mengusut kasus ini sampai tuntas.

"Kami minta kasus ini diselesaikan secara hukum. Ini termasuk perbuatan keji dan tidak boleh terjadi lagi didalam RS," tegasnya.

Pelaku di laporkan telah melanggar pasal 889 JoU 290 KUHP, Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Sedangkan pasal 290 nya berbunyi, barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang, padahal diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan  penjara paling lama tujuh tahun.

Penulis: M Abubakar